Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel harus cetak atlet berprestasi

Minggu, 20 November 2011 16:44 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA News) - Pelatih nasional putra senam artistik Indonesia, Jonathan Sianturi, mengatakan Provinsi Sumatera Selatan harus memanfaatkan secara maksimal keberadaan Gedung Olahraga Ranau Jakabaring, Palembang, sebagai arena berstandar internasional, untuk mencetak atlet-atlet berprestasi daerah ini.

"Gedungnya sudah megah, sayang jika tidak dimanfaatkan secara maksimal. Sumsel harus mencetak atlet yang nantinya bisa membawa nama daerah sekaligus negara. Jangan sampai setelah SEA Games langsung bubaran," kata Jonathan, di Palembang, Minggu.

Menurut dia, Gedung Olahraga Ranau itu menjadi arena senam terbaik di Indonesia, karena telah dilengkapi fasilitas bertaraf internasional.

"Di Indonesia sangat jarang ada gedung senam yang memenuhi keperluan para atlet. Gedung ini memiliki alat-alat pertandingan yang sangat lengkap untuk semua nomor. Jadi, Sumsel tinggal menambah alat-alat latihan saja, baru benar-benar komplit," kata dia.

Menurut dia, Provinsi Sumsel memiliki potensi untuk mencetak atlet-atlet berprestasi tingkat nasional dan internasional, karena memiliki sumber daya manusia cukup baik dalam kepelatihan.

"Memang sumbangsih atlet Sumsel tidak sebanyak atlet daerah lain dalam tim nasional. Setahu saya hanya Iim Imaroh pada tim putri, tapi ke depannya saya yakin akan lebih banyak lagi, asalkan setelah SEA Games tidak bubaran," ujar mantan atlet nasional ini pula.

Dia pun mengharapkan, dukungan pemerintah tetap diberikan meskipun SEA Games telah berakhir.

"Yang dibutuhkan dalam senam adalan `kontinuitas` pembinaan dan pelatihan. Jika sebentar-sebentar berhenti maka tidak akan jadi. Sumsel sempat bangkit saat menjadi tuan rumah PON, tapi kemudian melempem lagi dan kini bangkit lagi karena jadi penyelenggara SEA Games," kata peraih lima medali emas SEA Games tahun 1997 ini.

Harapan serupa juga diungkapkan Asisten pelatih Timnas Indonesia Uki Hakim atas berdirinya arena bisbol dan sofbol di Kawasan Olahraga Jakabaring Palembang.

"Di Jakarta saja tidak ada ukuran lapangan seperti di Jakabaring ini. Kami terpaksa berlatih di arena sofbol selama pelatnas, sedangkan di Palembang memiliki keduanya, yakni bisbol dan sofbol. Jadi, sayang jika dibiarkan terbengkalai setelah SEA Games," kata Uki pula.

Dia mengharapkan, Pemprov Sumsel tidak mengulang kesalahan setelah PON tahun 2004 lalu yang membuat arena bisbol dan sofbol terbengkalai begitu saja.

"Saya mengira setelah PON lalu, arena bisbol dan sofbol di Palembang tetap dipakai berlatih, tapi ternyata tidak. Karena itulah, saat saya meminta akan melakukan pelatnas di Palembang tidak dapat dipenuhi, karena arenanya harus diperbaiki lagi. Jangan sampai hal itu terjadi lagi setelah SEA Games selesai," ujar dia.

Menurut dia, arena bisbol dan sofbol di Jakabaring telah memenuhi standar internasional, dan menjadi yang terbaik di Indonesia.

"Secara keseluruhan area di Jakabaring menjadi yang terbaik saat ini, bahkan arena di Kaltim pun kalah. Saya pertama kali datang ke sini sempat terkejut, karena kondisinya di luar perkiraan. Arenanya bagus sekali," kata dia lagi.

Dia menambahkan, Sumsel harus memanfaatkan keberadaan arena itu untuk mencetak atlet-atlet nasional.

"Tanpa arena bisbol saja bisa mewakilkan satu atlet, yakni M Akbar pada SEA Games kali ini, apalagi jika benar-benar dimanfaatkan nantinya. Sudah seharusnya, Sumsel mencetak atlet sendiri, seperti halnya DKI Jakarta yang mayoritas memperkuat tim nasional bisbol," ujar dia pula.(ANT-dl)




Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026