Jakarta (ANTARA) - Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez mengatakan timnya tetap menunjukkan performa kompetitif pada putaran pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, akhir pekan lalu, meski ditutup dengan insiden pecah ban yang memaksanya gagal finis.

Juara dunia bertahan tersebut memulai balapan dari posisi kedua dan sempat terlibat persaingan ketat di barisan depan. Namun drama terjadi pada lap ke-21 ketika ban belakang motornya pecah, memaksanya menepi dan mengakhiri lomba tanpa poin.

“Sangat aneh karena biasanya di kerb ganda Anda harus berhati-hati saat melompat masuk, tetapi saat melompat keluar tikungan tersebut tidak dirancang untuk menimbulkan masalah pada motor,” kata Marquez dalam laman resmi MotoGP, Senin.

Ia mengaku beruntung dapat menghindari kecelakaan besar akibat insiden tersebut.

“Kali ini saat saya melompat keluar, pelek dan ban belakang meledak. Saya merasa beruntung karena itu sangat dekat dengan kecelakaan besar,” ujarnya.

Marquez hanya mengumpulkan sembilan poin sepanjang akhir pekan setelah pada balapan sprint ia juga mendapat penalti turun satu posisi akibat insiden di tikungan terakhir pada dua lap penentuan. Untuk sementara dia berada di posisi kedelapan klasemen sementara.

Meski demikian, pembalap bernomor #93 itu tetap melihat sisi positif dari performa timnya.

“Ini adalah akhir pekan yang baik. Kami start kedua dalam kualifikasi dan Sprint, dan podium hari ini adalah sesuatu yang realistis. Saya senang dengan performanya, tetapi kami perlu meningkatkannya,” kata Marquez.

Balapan utama di Sirkuit Internasional Chang dimenangi oleh Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing yang tampil dominan sejak start hingga finis. Posisi kedua diraih Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing, sementara tempat ketiga ditempati Raul Fernandez dari Trackhouse MotoGP Team.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Marquez tetap apresiasi kerja tim Ducati meski gagal finis di Thailand