Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengatakan masih ada 30 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan yang masih tergenang banjir dengan ketinggian air maksimal 50 cm.

"Kami bersama instansi terkait melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan data BPBD DKI, banjir yang terjadi di ibu kota sudah mulai berangsur surut, setelah pada Jumat (30/1), terdapat wilayah yang tergenang mencapai 3,5 meter.

"Untuk saat ini, tepatnya pada Sabtu pagi, dari data yang sama, menunjukkan bahwa air yang menggenangi wilayah Jakarta tertinggi tinggal 50 cm," ujar Yohan.

Pada Sabtu pagi, kata dia, wilayah yang tergenang tinggal 30 RT, dan terbanyak masih di Jakarta Timur dengan jumlah mencapai 22 RT.

Sementara di Jakarta Selatan, kini tinggal satu RT dan Jakarta Utara tujuh RT yang terendam banjir dengan ketinggian air di bawah 50 cm.

"Penyebab banjir di Jakarta Timur dan Selatan karena curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Ciliwung, sementara di Jakarta Utara karena luapan Kali Angke dan Kali Nagrak," ungkap Yohan.



Berikut 30 RT yang masih terendam banjir pada Sabtu pagi:

Jakarta Selatan, 1 RT, yaitu:

Kelurahan Pejaten Timur: 1 RT

Ketinggian air: 20 cm

Jakarta Timur, 22 RT, yaitu:

Kelurahan Bidara Cina: 4 RT
Kelurahan Kampung Melayu: 18 RT

Ketinggian air: 15-50 cm

Jakarta Utara, 7 RT, yaitu:

Kelurahan Kapuk Muara: 2 RT
Kelurahan Marunda: 5 RT

Ketinggian air: 20-45 cm 


 


Pewarta : Khaerul Izan
Editor : Dolly Rosana
Copyright © ANTARA 2026