Palembang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan (Sumsel), dalam beberapa bulan terakhir mendampingi produsen telur untuk mempersiapkan produknya menembus pasar luar negeri.

"Untuk mendampingi peternak itu menyiapkan produk sesuai standar keamanan pangan asal hewan, dalam beberapa bulan ini, tim kami turun ke lokasi peternakan ayam petelur di Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin," kata Kepala BKHIT Sumsel Sri Endah di Palembang, Selasa.

Ia mengatakan tim BKHIT bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), serta Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Sumsel, melakukan monitoring keamanan pangan terhadap telur ayam konsumsi, serta higiene dan sanitasi lingkungan peternakan milik PT Banyuasin Mukut Inti (BMI).

Peternakan terbesar di Sumsel milik itu, mampu memproduksi telur ayam hingga 17 ton per hari dari 400.000 ayam petelur.

Dalam kegiatan itu, ia mengatakan BKHIT melakukan peninjauan sarana dan prasarana produksi, penerapan bio sekuriti, dan manajemen pemeliharaan ayam petelur. Kemudian, dilakukan juga kegiatan surveilans Nomor Kontrol Veteriner (NKV) oleh tim DKPP Sumsel.

Aspek-aspek tersebut menjadi indikator penting dalam menjaga mutu dan keamanan telur ayam yang dihasilkan, jelasnya.

Menurut dia, berdasarkan hasil monitoring tersebut, perusahaan telah menerapkan standar bio sekuriti dengan baik, memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV), serta telah mengantongi sertifikat kompartemen bebas avian influenza dan bebas salmonela.

Melihat kondisi pengelolaan peternakan ayam petelur dan kelengkapan dokumen yang telah dimiliki perusahaan, sudah cukup siap produk yang dihasilkan tersebut untuk ekspor.

Selanjutnya, perusahaan peternakan ayam petelur itu perlu memenuhi persyaratan ekspor sesuai dengan negara tujuan seperti yang dilakukan sekarang ini untuk ekspor ke Singapura, ujar Kepala BKHIT Sumsel Sri Endah.

Sementara itu, Pejabat Otoritas Veteriner Jafrizal mengatakan PT BMI telah memiliki NKV level satu dan saat ini sedang masa surveilans.

Hal tersebut menunjukkan bahwa unit usaha itu memiliki kepatuhan tinggi terhadap persyaratan teknis sehingga produknya sangat baik dan memenuhi semua standar keamanan pangan asal hewan, kata Jafrizal.

Pengelola peternakan Niko mengatakan bahwa mereka saat ini sedang melakukan negosiasi dengan pihak pengiriman agar dapat mengangkut telur ayam ekspor ke Singapura.


Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Dolly Rosana
Copyright © ANTARA 2026