Tangerang (ANTARA) - Faisal Esach Rifky, finalis Master Chef Indonesia Season 2, membuktikan semangat dan harapan mampu menghadapi masalah kanker kelenjar getah bening (Limfoma Hodgkin) Stadium 4 dan ia kini kembali memasak untuk menjadi kolabolator menu sehat di RS Mandaya Royal Puri, Tangerang, Banten.

Ia mengembangkan berbagai menu sehat dan bergizi yang dirancang khusus bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan maupun pemulihan, agar tetap dapat menikmati hidangan lezat tanpa mengorbankan nilai gizi.

"Tentunya ini menjadi contoh yang sangat inspiratif bahwa kanker bukan akhir dari segalanya. Bahkan, saya terinspirasi untuk memulai kolaborasi ini, agar cerita Chef Esach dapat diketahui pasien-pasien Mandaya melalui Program Sepiring Harapan, yaitu menu pasien yang dibuat secara kolaboratif bersama Chef Esach dan tim dokter gizi Mandaya," kata Presiden Direktur Mandaya Hospital Group Ben Widaja di Tangerang, Senin.


Menurutnya, kehadiran Chef Esach menjadi bagian dari mensosialisasikan terkait nutrisi dan asupan gizi bagi pasien kanker. Hal tersebut, juga merupakan kegiatan rutin komunitas Geng Macan (Mandaya Advanced Cancer Center), yang beranggotakan lebih dari 1.000 pasien.

"Kegiatan ini digelar setiap tiga bulan sekali sebagai bentuk dukungan berkelanjutan bagi para pejuang dan penyintas kanker," ujarnya.

Ia mengatakan kisah Chef Esach bisa menginspirasi untuk perjuangannya melawan kanker, sekaligus melakukan demo masak yang menampilkan kreasi makanan sehat untuk pasien kanker.

Menu yang dia tampilkan membuktikan makanan sehat dan bergizi tetap bisa terasa nikmat dan menarik untuk dikonsumsi selama masa pengobatan. "Para peserta acara pun mendapat kesempatan untuk mencicipi langsung hasil masakannya," ucap dia.

Selain itu Chef Faisal Esach Rifky berbagi kisah perjuangannya melawan kanker, dari yang awalnya sempat menjalani pengobatan di luar negeri. Namun setelah mendapatkan informasi mengenai RS Mandaya Royal Puri dan memutuskan untuk berkonsultasi di situ.

Dokter di Mandaya memberikan rekomendasi pengobatan yang sama dengan yang ia dapatkan di luar negeri, bahkan dengan fasilitas yang lebih baik dan biaya yang lebih terjangkau.

Faisal menjalani pengobatan intensif di RS Mandaya Royal Puri dengan melakukan 12 kali kemoterapi.

"Hasil pemeriksaan setelah kemoterapi ketiga menunjukkan kemajuan luar biasa, setengah dari kankernya telah menghilang dan hanya tersisa satu titik kecil. Hingga akhirnya, pada kemoterapi ke-12, dokter menyatakan tubuh Faisal bersih dari kanker," ucap Esach.

Untuk memastikan hasil tersebut, Mandaya menggunakan teknologi Digital PET Scan, teknologi pemindaian mutakhir yang mampu mendeteksi sisa sel kanker paling kecil sekalipun. Hasilnya menunjukkan tidak ada lagi tanda-tanda kanker di tubuh Faisal.

Pewarta : Azmi Syamsul Ma'arif
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026