Palembang (ANTARA) - Setidaknya 3.000 pengemudi ojek online (ojol) di Palembang menggelar aksi damai di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumsel, Sabtu, sebagai wujud solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan.
Para pengemudi ojol yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel yang diketuai oleh Muhammad Asrul Indrawan ini menyampaikan aspirasi mereka secara damai.
Asrul mengatakan aksi damai itu bertujuan meminta Institusi Polri untuk mengusut tuntas tindakan anarkis dan serampangan yang dilakukan anggota Brimob hingga menyebabkan kematian pengemudi ojol Affan Kurniawan di Jakarta pada Kamis malam akibat terlindas kendaraan rantis.
Mereka mendorong polisi dapat mengungkap kasus yang ada secara transparan terhadap para pelaku, meski mereka adalah aparat negara.
Adapun tuntutan terakhir, mereka meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membantu keluarga korban.
"ADO Sumsel mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas kejadian tersebut dan segera memproses pelaku oknum aparat Brimob yang telah menyebabkan rekan kami menjadi korban sampai meninggal dunia," ungkap Muhammad Asrul Indrawan.
Asrul menyesalkan kejadian di Jakarta yang seharusnya dapat dihindari. Kejadian tersebut dinilai tidak hanya menjadi duka bagi keluarga namun menjalar ke komunitas ojol di seluruh Indonesia.
"Kami keluarga besar ADO Sumsel turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya rekan kami, Affan Kurniawan. Kami mengecam keras tindakan represif aparat yang telah mengakibatkan hilangnya nyawa saudara kami," jelas dia.