Palembang (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Banyuasin Sumatera Selatan menggencarkan penurunan angka stunting di wilayah setempat melalui Program Pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin Merry Hani Rustam di Banyuasin, Senin, mengatakan pembentukan model DRPPA ini diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2PAP2KB) Kabupaten Banyuasin.

Ia menambahkan tujuan pembentukan desa ramah perempuan dan peduli anak itu guna mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak ke dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa dan pembangunan desa yang dilakukan secara terencana.

"Program desa ramah perempuan dan peduli anak ini tentunya sangat mendukung upaya percepatan penurunan stunting dan penuntasan perkawinan anak usia dini di setiap desa di Kabupaten Banyuasin," ujarnya.


Ia menjelaskan pembentukan ini sesuai dengan lima arahan Presiden RI tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan Keputusan Menteri PPPA RI Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penetapan Kabupaten Kota wilayah model desa ramah perempuan dan peduli anak.

Pemerintah berkomitmen menguatkan desa sebagai desa berdaya yang telah memberikan tugas kepada desa untuk mewujudkan 18 indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).