Palembang (ANTARA) - PT Transportasi Global Mandiri (TGM) memastikan angkutan feeder LRT Palembang tetap beroperasi, meski adanya tunggakan pembiayaan operasional angkutan itu.

"Kami berkomitmen tatap menjalankan operasional feeder LRT Palembang sesuai dengan kontrak yang telah disepakati," kata Kepala Operasional PT TGM Fajar Wahyudi saat diwawancarai di Palembang, Sabtu.

Ia menjelaskan jumlah tunggakan pembiayaan angkutan feeder LRT Palembang itu periode bulan Juni dan Juli, dengan nilai Rp1,8 miliar.

"Namun, pembayaran tunggakan tersebut sedang dalam proses, dan kemungkinan akan dicairkan pada bulan ini," jelasnya.

Meski pembayaran operasional itu terhambat, tetapi karyawan dan sopir dari angkutan feeder LRT Palembang itu belum dirumahkan, kata Fajar.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tunggakan pembiayaan operasional feeder LRT Palembang itu hanya persoalan administrasi.

"Soal pembayaran operasional feeder LRT Palembang ini hanya masalah administrasi. Insya Allah kalau pemerintah itu selalu membayar," kata dia.

Sejak Desember 2022, Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan melaksanakan Penugasan Layanan Feeder LRT Sumsel yang terdiri dari lima, yaitu Koridor Stasiun LRT Polresta Palembang-Kompleks OPI, Stasiun LRT RSUD-Sukawinatan, Stasiun LRT Asrama Haji-Talang Betutu, Stasiun LRT DJKA-Terminal Pasar Plaju, serta Kamboja-Bukit Siguntang via Stasiun Demang.

Kelima rute tersebut melengkapi dua koridor yang sudah ada sebelumnya, yaitu Talang Kelapa-Talang Buruk via Stasiun Asrama Haji dan Stasiun Asrama Haji-Sematang Borang via Jalan Noerdin Pandji. Hingga saat ini, jumlah angkot feeder LRT yang berjumlah 58 unit.


 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PT TGM pastikan angkutan feeder LRT Palembang tetap beroperasi

Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2024