Harga CPO di Sumsel turun Rp136 menjadi Rp10.619 per kilogram
Rabu, 11 Oktober 2023 21:01 WIB
Sejumlah truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit. (ANTARA/Syifa Yulinnas)
Palembang (ANTARA) - Tim Perumus Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan harga minyak sawit mentah (CPO) untuk pembelian hingga 30 Oktober 2023 turun Rp136 menjadi Rp10.619 dari periode sebelumnya Rp10.755 per kilogram.
Analis Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ahli Madya Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Aprian saat dikonfirmasi di Palembang, Rabu, mengatakan penurunan itu dipengaruhi oleh jumlah permintaan ekspor yang berkurang, dan jumlah produksi cenderung masih melimpah.
"Hal ini juga berdampak dengan harga TBS sawit untuk umur tanam 10-20 tahun itu mengalami penurunan sebesar Rp33,26 per kilogram menjadi Rp2.311 dibanding periode sebelumnya yang seharga Rp2.344 per kilogram," katanya.
Sedangkan, untuk harga kernel sawit atau harga inti pada periode ini adalah sebesar Rp4.994 per kilogram dengan Indeks K sebesar 90,7 persen.
Rudi mengimbau para petani untuk tetap menjaga kebunnya dari berbagai potensi terjadinya kebakaran, mengingat saat ini sedang memasuki masa kering dengan cuaca lebih panas.
"Caranya seperti tetap membersihkan kebun dan melakukan pengontrolan kebun dari adanya potensi percikan api. Hindari melakukan pembakaran sampah di area yang berdekatan dengan kebun," kata dia.
Sementara harga TBS di Sumsel untuk usia tanam empat tahun Rp2.070 per kilogram, usia tanam lima tahun Rp2.117 per kilogram, usia tanam enam tahun Rp2.158 per kilogram, dan usia tanam tujuh tahun Rp2.196 per kilogram.
Lalu, usia tanam delapan tahun Rp2.230 per kilogram, usia tanam sembilan tahun Rp2.259 per kilogram,usia tanam 21 tahun Rp2.281 per kilogram, usia tanam 22 tahun Rp2.255 per kilogram, usia tanam 23 tahun Rp2.255 per kilogram, usia 24 tahun Rp2.225 per kilogram, dan usia 25 tahun Rp2.114 per kilogram.
Analis Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ahli Madya Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Aprian saat dikonfirmasi di Palembang, Rabu, mengatakan penurunan itu dipengaruhi oleh jumlah permintaan ekspor yang berkurang, dan jumlah produksi cenderung masih melimpah.
"Hal ini juga berdampak dengan harga TBS sawit untuk umur tanam 10-20 tahun itu mengalami penurunan sebesar Rp33,26 per kilogram menjadi Rp2.311 dibanding periode sebelumnya yang seharga Rp2.344 per kilogram," katanya.
Sedangkan, untuk harga kernel sawit atau harga inti pada periode ini adalah sebesar Rp4.994 per kilogram dengan Indeks K sebesar 90,7 persen.
Rudi mengimbau para petani untuk tetap menjaga kebunnya dari berbagai potensi terjadinya kebakaran, mengingat saat ini sedang memasuki masa kering dengan cuaca lebih panas.
"Caranya seperti tetap membersihkan kebun dan melakukan pengontrolan kebun dari adanya potensi percikan api. Hindari melakukan pembakaran sampah di area yang berdekatan dengan kebun," kata dia.
Sementara harga TBS di Sumsel untuk usia tanam empat tahun Rp2.070 per kilogram, usia tanam lima tahun Rp2.117 per kilogram, usia tanam enam tahun Rp2.158 per kilogram, dan usia tanam tujuh tahun Rp2.196 per kilogram.
Lalu, usia tanam delapan tahun Rp2.230 per kilogram, usia tanam sembilan tahun Rp2.259 per kilogram,usia tanam 21 tahun Rp2.281 per kilogram, usia tanam 22 tahun Rp2.255 per kilogram, usia tanam 23 tahun Rp2.255 per kilogram, usia 24 tahun Rp2.225 per kilogram, dan usia 25 tahun Rp2.114 per kilogram.
Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga Emas Palembang naik ke Rp16,6 Juta per suku, naik Rp1 Juta dari pekan lalu
09 February 2026 6:07 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
PEP Prabumulih tingkatkan produksi migas Sumur PBM-025 melalui 'well service'
11 February 2026 14:36 WIB
Produksi migas meningkat, Pertamina EP Zona 4 jaga kinerja keuangan tetap solid
11 February 2026 10:26 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB
Kejati Sumsel tetapkan tiga tersangka kasus korupsi distribusi semen Rp74,3 miliar
10 February 2026 1:04 WIB