Jakarta (ANTARA) - Industri kurir dan logistik di Tanah Air dinilai memerlukan dukungan sumber daya manusia (SDM) dari generasi muda untuk meningkatkan daya saing sektor tersebut pada masa depan.

Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Yulina Hastuti menyatakan dibandingkan sektor industri lain seperti FMCG (industri produk kebutuhan sehari-hari), telekomunikasi dan produk kesehatan, sektor kurir dan logistik masih perlu mempromosikan potensi karir dan bisnisnya di kalangan anak muda.

"Industri kurir dan logistik nasional perlu lebih banyak lagi menjaring talenta-talenta muda berbakat agar semakin kompetitif dan mendukung kebutuhan industri masa depan," katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, potensi jasa kurir pada masa depan diyakini akan semakin cemerlang seiring dengan peningkatan potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan dapat mencapai 146 miliar dolar AS pada 2025 dan naik 8 kali lipat pada 2030.

"Oleh karena itu, industri jasa kurir dan logistik perlu mempersiapkan kompetensi SDM dengan regenerasi dan memperkuat konektivitas," katanya.

Terkait hal itu, TIKI menggelar roadshow kampus di Jakarta dan Bandung dalam rangka mempromosikan peluang industri kurir kepada generasi muda Indonesia.
Melalui kampanye #LogisTIKIndonesiaButuhAnakMuda, lanjut Yulina, perusahaan ingin mengajak generasi muda Indonesia mengenal lebih jauh potensi berkarir dan berbisnis di industri kurir.

"Kami ingin mengajak generasi muda untuk turut berpartisipasi dalam membangun industri kurir nasional lebih maju melalui kreativitas dan inovasi yang dimiliki anak-anak muda," katanya.

Direktur Pelaksana TIKI Trie Maulana A menambahkan sektor logistik membutuhkan partisipasi anak muda untuk mendukung regenerasi sektor logistik nasional yang lebih maju dan berdaya saing.

"Kami menggandeng universitas untuk bekerja sama dalam pengembangan kompetensi SDM sekaligus menjaring talenta-talenta muda berbakat," katanya.

Terdapat sekitar lima kampus di Jakarta dan Bandung yang akan dikunjungi selama September-November 2023.

Dikatakannya, industri kurir dan logistik di masa pandemi lalu menjadi pembuktian bahwa industri ini memiliki potensi bisnis yang sangat besar dan memiliki daya tahan yang tinggi di masa krisis.

Asosiasi Logistik Indonesia mencatat arus pengiriman barang utamanya last-mile delivery mengalami pertumbuhan hingga 40 persen selama pandemi COVID-19.

Hal ini disebabkan oleh pembatasan aktivitas masyarakat dan bisnis yang menjadikan jasa kurir dan logistik sebagai penopang utama.

Pewarta : Subagyo
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024