Palembang (ANTARA) -
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera XVII/ OKI Edi Satriawan menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Jungkal Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan berada jauh dari pemukiman warga.
 
"Kebakaran lahan gambut Desa Jungkal ini cukup besar. Namun titik api berada cukup jauh dari pemukiman warga desa," katanya saat dikonfirmasi di OKI, Rabu.
 
Ia menambahkan, sumber air untuk memadamkan api juga tidak kesulitan karena terdapat banyak kanal air yang bisa dijangkau dengan waktu yang relatif tak terlalu lama di sekitar kawasan mengalami karhutla tersebut.
 
Sebanyak 36 personel Manggala Agni Daops Sumatera XVII dikerahkan dititik api dari sisi selatan. Selain itu juga dibentuk regu yang ditugaskan untuk mengurusi konsumsi, pemantau untuk evaluasi, hingga pengurusan listrik.
Manggala Agni Daops Sumatera XVII/ OKI juga mendapat bantuan berupa satu unit alat berat/eksavator dari tim penanganan agro jaya (WAJ) untuk memadamkan api.
 
Kendati demikian ia menjelaskan karhutla yang terjadi di desa Jungkal merupakan lahan gambut dalam sehingga proses pemadaman membutuhkan lebih banyak waktu.
 
"Gambut dalam artinya kebakaran sudah sampai bawah sehingga perlu teknik khusus untuk memastikan api padam dan butuh waktu dimana kami harus membuat kondisi tanah penuh dengan air barulah api dinyatakan padam," jelasnya.
 
Ia berharap masyarakat kedepannya bisa lebih sadar akan bahaya pembukaan lahan melalui dibakar. Menurutnya secara teori karhutla yang terjadi di Indonesia khususnya Sumsel 99 persen. akibat perbuatan oknum tak bertanggung jawab.

Pewarta : M. Imam Pramana
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024