Daun nipah bawa berkah
Kamis, 15 Juni 2023 16:21 WIB
Lilis, seorang perajin anyaman dari daun nipah di Kampung Wisata Anyaman. (ANTARA/Septa)
Palembang, Sumsel (ANTARA) - Sehelai daun nipah bisa menjadi sebuah berkah bagi salah satu kampung kreatif di Kota Palembang yaitu Kampung Wisata Anyaman.
Lokasinya di Jalan Faqih Usman Lorong Prajurit Nangyu RT04 Rw02 Kelurahan 3/4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.
Sesuai dengan namanya, rata-rata warga di sana mahir dalam membuat kerajinan tangan anyaman.
Salah satu warga Kampung Wisata Anyaman yang bernama Ibu lilis sudah menggeluti kerajinan anyaman nipah ini sudah berpuluh tahun.
“Saya mulai menekuni kerajinan anyaman ini sudah sangat lama dari sekitar tahun 1991 sampi dengan sekarang, alhamdulilah masih tekun, tidak ada rasa bosannya untuk berkarya,” kata Lilis seorang pengrajin anyaman nipah di sana.
Ia menerangkan bahwa sehelai daun nipah bisa menghasilkan empat buah kerajinan anyaman, yang dalam waktu 10 menitan ia bisa menghasilkan 1 buah kerajinan anyaman .
Untuk hasil kerajinan nipahnya sendiri ada berbagai jenis, baik itu keranjang, bakul buah, bahkan ada juga roko daun.
Iapun memanfaatkan hasil kerajinan tangannya ini untuk menambah pundi-pundi uang dengan cara menjualnya kepasar-pasar besar di wilayah Palembang dan bisa juga datang langsung kerumahnya untuk membeli sebagai oleh-oleh khas Palembang, dengan tarif harganya mulai dari Rp3.000-20.000.
Sehingga daun nipah ini menjadi sebuah berkah bagi warga dikampung tersebut.
Akan tetapi di satu sisi, Lilis mengaku kesulitan mendapatkan bahan baku yang ketika habis maka ia harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan bahannya (daun nipah) dari pemasok.
Sehingga besar harapannya semoga penyetok lebih mempercepat dan memperbanyak bahan baku daun nipahnya.
Mereka juga berharap pemerintah memberikan perhatian bagi para perajin krajinan daun nipah di sana.
Lokasinya di Jalan Faqih Usman Lorong Prajurit Nangyu RT04 Rw02 Kelurahan 3/4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.
Sesuai dengan namanya, rata-rata warga di sana mahir dalam membuat kerajinan tangan anyaman.
Salah satu warga Kampung Wisata Anyaman yang bernama Ibu lilis sudah menggeluti kerajinan anyaman nipah ini sudah berpuluh tahun.
“Saya mulai menekuni kerajinan anyaman ini sudah sangat lama dari sekitar tahun 1991 sampi dengan sekarang, alhamdulilah masih tekun, tidak ada rasa bosannya untuk berkarya,” kata Lilis seorang pengrajin anyaman nipah di sana.
Ia menerangkan bahwa sehelai daun nipah bisa menghasilkan empat buah kerajinan anyaman, yang dalam waktu 10 menitan ia bisa menghasilkan 1 buah kerajinan anyaman .
Untuk hasil kerajinan nipahnya sendiri ada berbagai jenis, baik itu keranjang, bakul buah, bahkan ada juga roko daun.
Iapun memanfaatkan hasil kerajinan tangannya ini untuk menambah pundi-pundi uang dengan cara menjualnya kepasar-pasar besar di wilayah Palembang dan bisa juga datang langsung kerumahnya untuk membeli sebagai oleh-oleh khas Palembang, dengan tarif harganya mulai dari Rp3.000-20.000.
Sehingga daun nipah ini menjadi sebuah berkah bagi warga dikampung tersebut.
Akan tetapi di satu sisi, Lilis mengaku kesulitan mendapatkan bahan baku yang ketika habis maka ia harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan bahannya (daun nipah) dari pemasok.
Sehingga besar harapannya semoga penyetok lebih mempercepat dan memperbanyak bahan baku daun nipahnya.
Mereka juga berharap pemerintah memberikan perhatian bagi para perajin krajinan daun nipah di sana.
Pewarta : Septa
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Berikut daftar nama-nama korban penumpang KM Wicly Jaya Sakti yang tenggelam di perairan Nipahpanjang
23 May 2021 21:16 WIB, 2021
Buaya terkam anak laki-laki di hadapan bapaknya sendiri saat cari daun nipah di perairan Sungsang
04 June 2020 10:25 WIB, 2020
ACT Sumsel salurkan satu ton beras ke pondok pesantren beratap nipah
07 November 2019 15:02 WIB, 2019
Terpopuler - Edisi Khusus
Lihat Juga
Kisah Audy Item sempat frustrasi jalani diet ekstrem, turun cepat tapi balik lagi
05 March 2026 5:13 WIB
Obituari: Selamat jalan Alex Noerdin, sang arsitek "Jakabaring Sport City"
26 February 2026 14:08 WIB
Kisah Masjid Shirathal Mustaqiem: dulu arena judi, kini masjid tertua di Samarinda
22 February 2026 16:27 WIB
Kisah ibu di pinggiran Singkarak, cetak anak jadi polisi dan sarjana dari ikan bilih
21 February 2026 19:33 WIB