Rupiah melemah dipicu membaiknya data ekonomi AS
Kamis, 9 Februari 2023 9:39 WIB
Ilustrasi - Petugas menghitung uang dolar AS di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (21/7/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom/pri.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis melemah dipicu membaiknya data ekonomi Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah pada Kamis pagi dibuka turun 25 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp15.120 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.096 per dolar AS.
"Pelaku pasar masih mempertimbangkan membaiknya data ekonomi AS setelah data tenaga kerja NFP AS bulan Januari menunjukkan pertumbuhan lebih dari dua kali dibandingkan bulan sebelumnya," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (3/2/2023) bahwa data ketenagakerjaan nonpertanian atau non farm payrolls (NFP) meningkat 517.000 pada Januari, jauh lebih baik dari yang diharapkan 187.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,4 persen, level yang tidak terlihat sejak Mei 1969.
Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan pasar sekarang menetapkan perkiraan puncak suku bunga di atas 5 persen setelah data pekerjaan yang kuat pada Jumat (3/2/2023).
Ariston menuturkan membaiknya data ekonomi AS tersebut bisa mendorong Bank Sentral AS atau The Fed untuk tetap menaikkan suku bunga acuannya.
Selain menegaskan penurunan inflasi, Gubernur The Fed Jerome Powell dalam pidatonya yang lalu juga mengatakan bahwa jika data tenaga kerja terus menunjukkan hasil yang bagus, suku bunga bisa dinaikkan lagi.
Dini hari tadi petinggi The Fed sekaligus kolega Powell, Christopher Waller, juga menyatakan bahwa suku bunga bisa dinaikkan lagi melebihi ekspektasi bila inflasi masih tinggi karena membaiknya situasi ketenagakerjaan di AS.
Menurut Ariston, rupiah hari ini berpeluang bergerak melemah lagi karena sentimen tersebut. Potensi pelemahan berada di kisaran Rp.15.080 per dolar AS ke arah Rp15.160 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan Rabu (8/2) naik 53 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp15.096 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.148 per dolar AS.
Kurs rupiah pada Kamis pagi dibuka turun 25 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp15.120 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.096 per dolar AS.
"Pelaku pasar masih mempertimbangkan membaiknya data ekonomi AS setelah data tenaga kerja NFP AS bulan Januari menunjukkan pertumbuhan lebih dari dua kali dibandingkan bulan sebelumnya," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (3/2/2023) bahwa data ketenagakerjaan nonpertanian atau non farm payrolls (NFP) meningkat 517.000 pada Januari, jauh lebih baik dari yang diharapkan 187.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,4 persen, level yang tidak terlihat sejak Mei 1969.
Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan pasar sekarang menetapkan perkiraan puncak suku bunga di atas 5 persen setelah data pekerjaan yang kuat pada Jumat (3/2/2023).
Ariston menuturkan membaiknya data ekonomi AS tersebut bisa mendorong Bank Sentral AS atau The Fed untuk tetap menaikkan suku bunga acuannya.
Selain menegaskan penurunan inflasi, Gubernur The Fed Jerome Powell dalam pidatonya yang lalu juga mengatakan bahwa jika data tenaga kerja terus menunjukkan hasil yang bagus, suku bunga bisa dinaikkan lagi.
Dini hari tadi petinggi The Fed sekaligus kolega Powell, Christopher Waller, juga menyatakan bahwa suku bunga bisa dinaikkan lagi melebihi ekspektasi bila inflasi masih tinggi karena membaiknya situasi ketenagakerjaan di AS.
Menurut Ariston, rupiah hari ini berpeluang bergerak melemah lagi karena sentimen tersebut. Potensi pelemahan berada di kisaran Rp.15.080 per dolar AS ke arah Rp15.160 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan Rabu (8/2) naik 53 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp15.096 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.148 per dolar AS.
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Kilang Plaju Palembang perbarui parameter operasi heater dan boiler untuk efisiensi energi
29 September 2026 8:46 WIB
Kilang Pertamina Balongan catat 3,8 juta jam kerja aman hingga Agustus 2026
27 September 2026 17:20 WIB