Palembang (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan meminta para pelajar, mahasiswa, dan budayawan untuk terus melakukan kreativitas dan inovasi dalam bidang kesenian dan kebudayaan.

"Kami meminta pelajar, mahasiswa, dan budayawan agar terus berpikir kreatif dan inovatif sehingga mampu menghasilkan hal yang positif untuk membangun kebudayaan dan solidaritas," kata Kepala UPTD Museum Negeri Balaputra Dewa Sumsel Chandra Amprayadi mewakili Disbudpar pada pertunjukan Teater "Dapur Ibu dan Anak-Anaknya" di Palembang, Senin

Dia menjelaskan hal-hal yang kreatif juga diharapkan dapat menginspirasi pertunjukan teater bagi pelajar, mahasiswa, dan budayawan.

Oleh karena itu, pihaknya nanti akan menyediakan sekretariat di Taman Budaya Jakabaring Palembang untuk komunitas kesenian agar dapat lebih berkembang lagi.

"Kami akan menyediakan sekretariat untuk komunitas kesenian yang ada di Sumsel agar kesenian lebih berkembang lagi," kata dia.

Sutradara pertunjukan teater T. Wijaya mengatakan pertunjukan ini menceritakan kondisi Sumatera Selatan saat ini, karena wilayah datarannya sudah banyak pembangunan perkebunan dan pertambangan sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan termasuk di Kota Palembang yang kehilangan 221 anak Sungai Musi.

Ia menjelaskan pertunjukan teater "Dapur Ibu dan Anak-Anaknya" adalah sebagai simbol kehidupan yaitu proses pembentukan anak. Artinya ketika dapur itu krisis maka anak-anaknya pun mengalami krisis. Contoh makanan pindang (masakan sop ikan pindang khas Sumsel) merupakan produksi dapur. Persoalannya bagaimana kondisi dapur hari ini sudah kehilangan sungai.

"Dapur hari ini sesuatu bersifat instan karena terjadi kerusakan bentang alam. Artinya dengan pindang ini kita ingin menyelamatkan dapur sehingga tidak lagi acak-acakan. Pertunjukan teater tadi menunjukkan kondisi dapur dikelola ibu dengan nilai-nilai dan bukan gender," katanya.

Pertunjukan teater "Dapur Ibu dan Anak-Anaknya" ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendibudristek).
 

Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024