Warga dikagetkan buaya berjemur di sungai
Sabtu, 19 Februari 2022 19:33 WIB
Tangkapan layar rekaman video seekor buaya besar sedang berjemur di atas batang pohon di tengah sungai di perairan Kecamatan Pulau Hanaut, Kamis (17/2/2022). ANTARA/Norjani
Sampit (ANTARA) - Pemandangan unik kemunculan buaya di perairan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, membuat warga kaget lantaran melihat seekor buaya cukup besar sedang berjemur di atas sebatang kayu besar yang mengapung di tengah sungai.
"Kejadiannya itu Kamis (17/2) ketika kami bersama tim BPN (Badan Pertanahan Nasional) menuju lokasi penyuluhan redistribusi tanah ke Desa Bantian," kata Camat Pulau Hanaut, Sufiansyah di Sampit, Sabtu.
Populasi buaya di Sungai Mentaya diperkirakan cukup banyak, termasuk di kawasan menuju muara yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit.
Konflik antara satwa ganas itu dengan manusia juga sudah sering terjadi dan pernah memakan korban jiwa. Masyarakat semakin waspada saat beraktivitas di sungai.
Kemunculan buaya kali ini mengagetkan, sekaligus menarik perhatian, karena satwa tersebut berjemur di atas batang kayu di tengah sungai. Kejadian itu menjadi viral karena ada warga yang sempat mengabadikan momen tersebut.
Menurut Sufiansyah, lokasinya di tepi sungai kecil yang merupakan anak Sungai Mentaya. Buaya dengan mulut menganga dan terlihat tidak terganggu ketika kapal motor melintas.
"Sepertinya bila pasang dan surut maksimal, buaya bermunculan. Kami terus mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai," kata Sufiansyah.
Komandan Jaga BKSDA Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah mengaku sudah mendapat informasi kejadian unik buaya berjemur di tengah sungai tersebut.
"Itu buaya sedang berjemur untuk mendinginkan suhu tubuh. Memang biasanya buaya berjemur di bantaran sungai," kata Muriansyah.
Muriansyah mengakui, kemunculan buaya semakin sering, bahkan beberapa kali warga mengabadikan momen buaya naik ke darat dekat permukiman dan sekolah. BKSDA mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap ancaman serangan buaya.
Menurut Sufiansyah, saat ini masih musim buaya kawin dan bertelur. Saat seperti ini biasanya buaya cukup aktif dan ganas.
"Di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Pulau Hanaut,warga sudah makin hati-hati atau waspada. Jadi, lebih hati-hati dan waspada untuk warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar Sungai Mentaya," demikian Muriansyah.
"Kejadiannya itu Kamis (17/2) ketika kami bersama tim BPN (Badan Pertanahan Nasional) menuju lokasi penyuluhan redistribusi tanah ke Desa Bantian," kata Camat Pulau Hanaut, Sufiansyah di Sampit, Sabtu.
Populasi buaya di Sungai Mentaya diperkirakan cukup banyak, termasuk di kawasan menuju muara yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit.
Konflik antara satwa ganas itu dengan manusia juga sudah sering terjadi dan pernah memakan korban jiwa. Masyarakat semakin waspada saat beraktivitas di sungai.
Kemunculan buaya kali ini mengagetkan, sekaligus menarik perhatian, karena satwa tersebut berjemur di atas batang kayu di tengah sungai. Kejadian itu menjadi viral karena ada warga yang sempat mengabadikan momen tersebut.
Menurut Sufiansyah, lokasinya di tepi sungai kecil yang merupakan anak Sungai Mentaya. Buaya dengan mulut menganga dan terlihat tidak terganggu ketika kapal motor melintas.
"Sepertinya bila pasang dan surut maksimal, buaya bermunculan. Kami terus mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai," kata Sufiansyah.
Komandan Jaga BKSDA Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah mengaku sudah mendapat informasi kejadian unik buaya berjemur di tengah sungai tersebut.
"Itu buaya sedang berjemur untuk mendinginkan suhu tubuh. Memang biasanya buaya berjemur di bantaran sungai," kata Muriansyah.
Muriansyah mengakui, kemunculan buaya semakin sering, bahkan beberapa kali warga mengabadikan momen buaya naik ke darat dekat permukiman dan sekolah. BKSDA mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap ancaman serangan buaya.
Menurut Sufiansyah, saat ini masih musim buaya kawin dan bertelur. Saat seperti ini biasanya buaya cukup aktif dan ganas.
"Di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Pulau Hanaut,warga sudah makin hati-hati atau waspada. Jadi, lebih hati-hati dan waspada untuk warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar Sungai Mentaya," demikian Muriansyah.
Pewarta : Kasriadi/Norjani
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seorang Kakek hilang di Sungai Cempaga Kotim setelah perahunya tenggelam
18 November 2021 20:46 WIB, 2021
Polisi tangkap seorang pria di Sampit ubah warna pertalite mirip premium
12 October 2021 7:34 WIB, 2021
Seorang kakek disambar buaya saat ambil air wudu di Sungai Mentaya Kotim
01 June 2021 16:32 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB