Palembang imbau warga rayakan Imlek secara terbatas
Sabtu, 29 Januari 2022 21:11 WIB
Persiapan perayaan Imlek 2573 di Kelenteng Kwan Im Chandra Nadi Kelurahan 10 Ulu, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (29/1/2022) (ANTARA/M. Riezko Bima Elko P.)
Sumatera Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan mengimbau warga setempat merayakan Tahun Baru Imlek 2573 yang jatuh pada Selasa (1/2) secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat karena situasi masih pandemi COVID-19.
"Selain itu juga harus berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta Gugus Tugas COVID-19 setempat, supaya tetap berlangsung tertib dan khidmat," kata Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Sabtu.
Ia menjelaskan tentang pentingnya imbauan tersebut yang harus menjadi perhatian semua pihak karena saat ini Palembang sedang mengalami tren peningkatan
kasus konfirmasi COVID-19 dengan jumlah rata-rata empat kasus dalam beberapa hari terakhir.
Merujuk pada data, katanya, peningkatan kasus tidak bisa dianggap remeh di mana selain kasus positif juga ada peningkatan kasus konfirmasi aktif COVID-19 dalam perawatan yang saat ini tercatat 32 kasus dengan keterisian rumah sakit 5,66 persen, setelah sebelumnya nihil.
"Sama seperti sebelumnya juga demikian, pembatasan ini untuk mengeliminir terjadinya lonjakan kasus COVID-19 yang memang sedang meningkat," kata dia.
Seorang pengurus Kelenteng Kwan Im Chandra Nadi, Kelurahan 10 Ulu, Palembang Jhony Prima mengatakan perayaan Imlek 2573 secara terbatas, yaitu hanya diutamakan untuk beribadah dan tanpa acara-acara penunjang seperti hiburan dan lainnya.
Hal tersebut diberlakukan sebagaimana imbauan pembatasan yang disampaikan oleh pemerintah.
"Terbatas dan sederhana sekali cuma sembahyang dan berdoa setelah itu pulang ke rumah. Terus kami juga tidak menerima tamu dari luar sama seperti tahun-tahun sebelumnya selama COVID-19 ini," kata dia.
Menurut dia, doa dan harapan warga dalam menyambut tahun Macan ini meminta kepada Sang Pencipta untuk menghilangkan pandemi COVID-19 dari muka Bumi sehingga semua kehidupan bisa normal secara utuh.
"Selain itu juga harus berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta Gugus Tugas COVID-19 setempat, supaya tetap berlangsung tertib dan khidmat," kata Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Sabtu.
Ia menjelaskan tentang pentingnya imbauan tersebut yang harus menjadi perhatian semua pihak karena saat ini Palembang sedang mengalami tren peningkatan
kasus konfirmasi COVID-19 dengan jumlah rata-rata empat kasus dalam beberapa hari terakhir.
Merujuk pada data, katanya, peningkatan kasus tidak bisa dianggap remeh di mana selain kasus positif juga ada peningkatan kasus konfirmasi aktif COVID-19 dalam perawatan yang saat ini tercatat 32 kasus dengan keterisian rumah sakit 5,66 persen, setelah sebelumnya nihil.
"Sama seperti sebelumnya juga demikian, pembatasan ini untuk mengeliminir terjadinya lonjakan kasus COVID-19 yang memang sedang meningkat," kata dia.
Seorang pengurus Kelenteng Kwan Im Chandra Nadi, Kelurahan 10 Ulu, Palembang Jhony Prima mengatakan perayaan Imlek 2573 secara terbatas, yaitu hanya diutamakan untuk beribadah dan tanpa acara-acara penunjang seperti hiburan dan lainnya.
Hal tersebut diberlakukan sebagaimana imbauan pembatasan yang disampaikan oleh pemerintah.
"Terbatas dan sederhana sekali cuma sembahyang dan berdoa setelah itu pulang ke rumah. Terus kami juga tidak menerima tamu dari luar sama seperti tahun-tahun sebelumnya selama COVID-19 ini," kata dia.
Menurut dia, doa dan harapan warga dalam menyambut tahun Macan ini meminta kepada Sang Pencipta untuk menghilangkan pandemi COVID-19 dari muka Bumi sehingga semua kehidupan bisa normal secara utuh.
Pewarta : Muhammad Riezko Bima Elko
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB