Harimau Sumatera serang ternak warga Agam
Kamis, 16 Desember 2021 11:09 WIB
Jejak harimau yang ditemukan warga di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (ANTARA/HO)
Lubukbasung (ANTARA) - Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) muncul di samping rumah dan menyerang sapi milik warga Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis pagi.
Pemilik sapi, Doni (18) di Lubukbasung, Kamis, mengatakan harimau tersebut mengejar sapi yang digembalakan di halaman rumah.
"Harimau mengejar dua ekor sapi saya dan termasuk tiga ekor sapi milik bibinya atas nama Zara (38)," katanya.
Ia mengatakan kejadian itu baru diketahui pada pukul 06.00 WIB, karena daerah itu dilanda hujan.
Saat keluar rumah, ia tidak melihat anak sapi miliknya dan di sekitar rumah banyak ditemukan jejak kaki harimau.
Setelah itu, ia beserta keluarga yang lain mencoba mencari anak sapi dan ditemukan di sekitar pohon sagu dengan jarak sekitar 150 meter dari rumah.
"Anak sapi tersebut bersembunyi di sekitar pohon dan tidak ada tanda cakaran harimau di badan ke lima ekor sapi ini," katanya.
Ia mengakui, kejadian ini merupakan yang kedua kalinya dialami ke lima sapi tersebut.
Sebelumnya, lima sapi tersebut juga dikejar harimau saat berada di kandang yang berada di kebun miliknya, Senin (6/12).
Akibat kejadian itu, kelima ekor sapi dibawa ke rumah untuk mencegah serangan, namun harimau kembali menyerang ke rumah.
Tempat terpisah, Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Ade Putra menambahkan pihaknya bakal melakukan penanganan konflik manusia dengan satwa itu segera mungkin.
"Kita akan ke lokasi untuk melakukan penanganan agar tidak ada korban lebih lanjut," katanya.
Sebelumnya, Tim Resor KSDA Agam sudah melakukan penanganan konflik itu selama 10 hari semenjak 1-10 Desember 2021.
Penanganan itu berupa identifikasi lapangan, pemasangan kamera jebak dan penghalauan satwa.
"Setelah melakukan penghalauan, satwa tidak muncul dan dari jejak kaki satwa telah menuju kawasan hutan lindung," katanya.
Pemilik sapi, Doni (18) di Lubukbasung, Kamis, mengatakan harimau tersebut mengejar sapi yang digembalakan di halaman rumah.
"Harimau mengejar dua ekor sapi saya dan termasuk tiga ekor sapi milik bibinya atas nama Zara (38)," katanya.
Ia mengatakan kejadian itu baru diketahui pada pukul 06.00 WIB, karena daerah itu dilanda hujan.
Saat keluar rumah, ia tidak melihat anak sapi miliknya dan di sekitar rumah banyak ditemukan jejak kaki harimau.
Setelah itu, ia beserta keluarga yang lain mencoba mencari anak sapi dan ditemukan di sekitar pohon sagu dengan jarak sekitar 150 meter dari rumah.
"Anak sapi tersebut bersembunyi di sekitar pohon dan tidak ada tanda cakaran harimau di badan ke lima ekor sapi ini," katanya.
Ia mengakui, kejadian ini merupakan yang kedua kalinya dialami ke lima sapi tersebut.
Sebelumnya, lima sapi tersebut juga dikejar harimau saat berada di kandang yang berada di kebun miliknya, Senin (6/12).
Akibat kejadian itu, kelima ekor sapi dibawa ke rumah untuk mencegah serangan, namun harimau kembali menyerang ke rumah.
Tempat terpisah, Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Ade Putra menambahkan pihaknya bakal melakukan penanganan konflik manusia dengan satwa itu segera mungkin.
"Kita akan ke lokasi untuk melakukan penanganan agar tidak ada korban lebih lanjut," katanya.
Sebelumnya, Tim Resor KSDA Agam sudah melakukan penanganan konflik itu selama 10 hari semenjak 1-10 Desember 2021.
Penanganan itu berupa identifikasi lapangan, pemasangan kamera jebak dan penghalauan satwa.
"Setelah melakukan penghalauan, satwa tidak muncul dan dari jejak kaki satwa telah menuju kawasan hutan lindung," katanya.
Pewarta : Altas Maulana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dua bayi harimau sumatera lahir di Sumut, diberi nama 'Nunuk' dan 'Ninik'
03 May 2025 8:53 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB