20 ribu warga OKU diusulkan dapat bansos
Selasa, 14 Desember 2021 7:15 WIB
Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos OKU M. Kholik. (ANTARA/Edo Purmana)
Baturaja (ANTARA) - Sebanyak 20 ribu warga Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan diusulkan mendapat bantuan sosial (bansos), berupa sembako seperti beras, tepung terigu, dan gula pasir dari pemerintah pada akhir 2021.
"Sekarang baru tahap usulan dan kita cek dulu ketersediaan anggarannya. Jika dananya ada, maka bantuannya akan kami salurkan pada Desember 2021," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Ogan Komering Ulu (OKU) M. Kholik di Baturaja, Senin.
Namun, kata dia, kalau dananya tidak tersedia tahun ini maka bansos akan direalisasikan kepada masyarakat di 13 kecamatan di Kabupaten OKU pada 2022.
"Kami juga berharap dananya ada, karena bantuan ini sangat bermanfaat untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19," kata dia.
Rincian bantuan akan diberikan kepada setiap warga itu beras sebanyak 15 kilogram, tepung terigu tiga kilogram, gula pasir tiga kilogram, dan minyak goreng tiga kilogram.
Bantuan sembako ini diberikan kepada masyarakat menengah ke bawah, seperti tukang ojek, penjual gorengan dan pedagang kecil lainnya yang perekonomiannya terdampak pandemi COVID-19.
Dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi virus corona.
"Warga yang menerima bantuan ini yang sudah terdata sebelumnya di Dinas Sosial OKU. Doakan saja bansos bisa dibagikan pada akhir tahun nanti," ujarnya.
"Sekarang baru tahap usulan dan kita cek dulu ketersediaan anggarannya. Jika dananya ada, maka bantuannya akan kami salurkan pada Desember 2021," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Ogan Komering Ulu (OKU) M. Kholik di Baturaja, Senin.
Namun, kata dia, kalau dananya tidak tersedia tahun ini maka bansos akan direalisasikan kepada masyarakat di 13 kecamatan di Kabupaten OKU pada 2022.
"Kami juga berharap dananya ada, karena bantuan ini sangat bermanfaat untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19," kata dia.
Rincian bantuan akan diberikan kepada setiap warga itu beras sebanyak 15 kilogram, tepung terigu tiga kilogram, gula pasir tiga kilogram, dan minyak goreng tiga kilogram.
Bantuan sembako ini diberikan kepada masyarakat menengah ke bawah, seperti tukang ojek, penjual gorengan dan pedagang kecil lainnya yang perekonomiannya terdampak pandemi COVID-19.
Dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi virus corona.
"Warga yang menerima bantuan ini yang sudah terdata sebelumnya di Dinas Sosial OKU. Doakan saja bansos bisa dibagikan pada akhir tahun nanti," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Prabumulih salurkan bantuan sosial untuk korban kebakaran Desa Tanjung Telang
21 July 2026 14:23 WIB
Pusri Palembang salurkan bantuan kebutuhan pokok korban kebakaran Kelurahan 1 Ilir
13 May 2026 12:14 WIB
143 penyandang disabilitas dan anak terlantar di OKU terima bantuan Atensi Kemensos
13 March 2026 10:31 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB