ITF tak ada rencana tangguhkan turnamen di China karena Peng Shuai
Senin, 6 Desember 2021 13:56 WIB
Logo Federasi Tenis Internasional (ITF). REUTERS/TOBY MELVILLE/FILE PHOTO
Jakarta (ANTARA) - Presiden Federasi Tenis Internasional (ITF) mengatakan tidak memiliki rencana untuk menangguhkan acara di China di tengah kekhawatiran yang meluas terhadap petenis Peng Shuai.
Mantan petenis nomor satu dunia untuk ganda itu mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kekerasan seksual dari wakil perdana menteri China Zhang Gaoli kemudian menghilang dari publik bulan lalu yang mendorong asosiasi tenis perempuan (WTA) menangguhkan turnamen di China.
Presiden ITF David Haggerty mengatakan badan pengelola olahraga tenis, yang mengawasi Piala Billie Jean King dan Piala Davis bersama dengan sejumlah turnamen tingkat rendah, itu tidak memiliki rencana untuk mengikuti kebijakan WTA.
"Kami tidak ingin menghukum satu miliar orang, jadi kami akan terus menjalankan turnamen junior kami di negara tersebut dan turnamen senior kami yang ada di sana untuk saat ini," kata Haggerty, dikutip dari Reuters, Senin.
Dia menambahkan bahwa ITF akan "bekerja di belakang layar" untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Keputusan WTA untuk menarik turnamennya mendapat dukungan dari sejumlah bintang tenis dan mantan pemain termasuk pendiri WTA Billie Jean King, namun membuat marah Beijing, dengan juru bicara kementerian luar negeri Wang Wenbin mengatakan China "menentang politisasi olahraga."
Mantan petenis nomor satu dunia untuk ganda itu mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kekerasan seksual dari wakil perdana menteri China Zhang Gaoli kemudian menghilang dari publik bulan lalu yang mendorong asosiasi tenis perempuan (WTA) menangguhkan turnamen di China.
Presiden ITF David Haggerty mengatakan badan pengelola olahraga tenis, yang mengawasi Piala Billie Jean King dan Piala Davis bersama dengan sejumlah turnamen tingkat rendah, itu tidak memiliki rencana untuk mengikuti kebijakan WTA.
"Kami tidak ingin menghukum satu miliar orang, jadi kami akan terus menjalankan turnamen junior kami di negara tersebut dan turnamen senior kami yang ada di sana untuk saat ini," kata Haggerty, dikutip dari Reuters, Senin.
Dia menambahkan bahwa ITF akan "bekerja di belakang layar" untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Keputusan WTA untuk menarik turnamennya mendapat dukungan dari sejumlah bintang tenis dan mantan pemain termasuk pendiri WTA Billie Jean King, namun membuat marah Beijing, dengan juru bicara kementerian luar negeri Wang Wenbin mengatakan China "menentang politisasi olahraga."
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rekor buruk Daniil Medvedev, alami "double bagel" pertama di Monte Carlo Masters
09 April 2026 6:59 WIB
Janice Tjen terhenti di babak pertama Merida Open usai duel sengit lawan Camila Osorio
25 February 2026 6:34 WIB
Janice Tjen catatkan sejarah, tembus peringkat 36 dunia usai tekuk Leylah Fernandez
24 February 2026 5:22 WIB
Komunikasi humanis dalam pemberdayaan masyarakat antarkan Kilang Pertamina Plaju raih penghargaan PRIA 2026
16 February 2026 11:22 WIB
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Piala Presiden 2026 berpeluang pakai format berbeda, Erick Thohir: Sedang kita godok
13 April 2026 8:15 WIB
Inter Milan koleksi 72 poin usai hajar Como, gelar juara Liga Italia tinggal tunggu waktu
13 April 2026 7:36 WIB