Gloria semakin percaya diri setelah hadapi Yuta/Arisa
Sabtu, 20 November 2021 16:27 WIB
Ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja harus berakhir di babak perempat final Indonesia Masters 2021 setelah ditaklukkan Yuta Watanabe/Arisa Higashino, Jumat (19/11/2021). ANTARA/Roy Rosa Bachtiar/aa.
Nusa Dua (ANTARA) - Pebulu tangkis ganda campuran nasional Gloria Emanuelle Widjaja menuturkan bahwa pertandingan babak perempat final Indonesia Masters melawan Yuta Watanabe/Arisa Higashino, Jumat, mempengaruhi tingkat kepercayaan dirinya di kompetisi level atas.
Meski terhenti di delapan besar, namun kepercayaan diri atlet dengan tinggi badan 180 cm ini meroket setelah sempat menurun akibat kalah di babak pertama Denmark Open bulan lalu.
"Dari saya pribadi, kepercayaan diri saya betul-betul drop pas di Denmark kemarin. Kalah di babak pertama, permainan tidak keluar sama sekali. Sulit bagi saya untuk mengembalikan rasa pede setelah itu," kata Gloria di Nusa Dua, Bali, Sabtu.
Namun penampilan berbeda muncul saat ia dan Hafiz Faizal bertemu ganda campuran Jepang Yuta/Arisa, Kedua kubu terlibat perseteruan alot yang terwujud dalam rubber game sepanjang 68 menit.
Hafiz dan Gloria bermain dengan kompak, aktif berkomunikasi dan berjuang keras untuk menyudahi permainan reli menguras tenaga yang jadi andalan lini Jepang.
Bahkan saking kerasnya ritme permainan, membuat Gloria mengalami kram jari secara tiba-tiba saat menjalani konferensi pers selepas pertandingan.
Sebelum bertemu Yuta/Arisa, Gloria dan Hafiz sudah berkomitmen untuk terlebih dulu melawan diri sendiri dan saling menguatkan satu sama lain baik dari aspek fisik, pikiran, dan motivasi.
"Semua kami lakukan untuk mengembalikan rasa percaya diri. Makin banyak berdoa dan latihan, faktor teknis dan non-teknis kami kembangkan lagi. Setelahnya ya harus dicoba di lapangan, dan bersyukur di sini bisa mencapai delapan besar," ungkap Gloria.
Meski masih kalah secara tenaga dari pasangan Jepang, namun Gloria optimistis bisa tampil lebih baik di Indonesia Open yang bergulir minggu depan sebagai bagian dari Indonesia Badminton Festival di Bali.
Meski kalah di babak perempat final, namun dia mengaku lebih puas bemain di Indonesia Masters dibanding saat berlaga di Denmark.
"Meski kalah, pasti ada rasa kecewa ya. Tapi di balik itu, kami lebih puas kalah seperti ini dibanding saat di Denmark," ungkapnya.
Meski terhenti di delapan besar, namun kepercayaan diri atlet dengan tinggi badan 180 cm ini meroket setelah sempat menurun akibat kalah di babak pertama Denmark Open bulan lalu.
"Dari saya pribadi, kepercayaan diri saya betul-betul drop pas di Denmark kemarin. Kalah di babak pertama, permainan tidak keluar sama sekali. Sulit bagi saya untuk mengembalikan rasa pede setelah itu," kata Gloria di Nusa Dua, Bali, Sabtu.
Namun penampilan berbeda muncul saat ia dan Hafiz Faizal bertemu ganda campuran Jepang Yuta/Arisa, Kedua kubu terlibat perseteruan alot yang terwujud dalam rubber game sepanjang 68 menit.
Hafiz dan Gloria bermain dengan kompak, aktif berkomunikasi dan berjuang keras untuk menyudahi permainan reli menguras tenaga yang jadi andalan lini Jepang.
Bahkan saking kerasnya ritme permainan, membuat Gloria mengalami kram jari secara tiba-tiba saat menjalani konferensi pers selepas pertandingan.
Sebelum bertemu Yuta/Arisa, Gloria dan Hafiz sudah berkomitmen untuk terlebih dulu melawan diri sendiri dan saling menguatkan satu sama lain baik dari aspek fisik, pikiran, dan motivasi.
"Semua kami lakukan untuk mengembalikan rasa percaya diri. Makin banyak berdoa dan latihan, faktor teknis dan non-teknis kami kembangkan lagi. Setelahnya ya harus dicoba di lapangan, dan bersyukur di sini bisa mencapai delapan besar," ungkap Gloria.
Meski masih kalah secara tenaga dari pasangan Jepang, namun Gloria optimistis bisa tampil lebih baik di Indonesia Open yang bergulir minggu depan sebagai bagian dari Indonesia Badminton Festival di Bali.
Meski kalah di babak perempat final, namun dia mengaku lebih puas bemain di Indonesia Masters dibanding saat berlaga di Denmark.
"Meski kalah, pasti ada rasa kecewa ya. Tapi di balik itu, kami lebih puas kalah seperti ini dibanding saat di Denmark," ungkapnya.
Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ganda campuran Jafar/Felisha tampil meyakinkan dalam debutnya di Singapore Open 2025
28 May 2025 14:50 WIB
Jadwal Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Campuran Asia 2025
10 February 2025 12:20 WIB, 2025
Skuad Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Campuran Asia 2025
06 February 2025 14:27 WIB, 2025
Ganda campuran Dejan/Gloria kunci tempat di semifinal Korea Masters 2024
08 November 2024 10:30 WIB, 2024
Ganda campuran Dejan/Gloria kandaskan juara dunia di 16 besar Indonesia Open
06 June 2024 10:51 WIB, 2024
Ganda campuran Rinov/Pitha susul langkah Rehan/Lisa ke 16 besar German Open
29 February 2024 14:31 WIB, 2024
Kemenkumham Sumsel gelar sosialisasi kewarganegaraan bagi warga kawin campuran
27 February 2024 22:00 WIB, 2024
Ganda Campuran Ferdi/Gloria bangkit dari gim pertama untuk ke 16 besar China Master
21 November 2023 15:28 WIB, 2023