Pontianak (ANTARA) - Pemkab Ketapang, Kalimantan Barat, mengikuti sosialisasi dan pameran tentang BJ Habibie, Mantan Presiden Republik Indonesia (RI) ke tiga, secara virtual yang digelar Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

"Sebagai warga Ketapang, kita patut berbangga karena mantan Wakil Presiden Ke-9 RI, Pak H Hamzah Haz berasal dari Ketapang dan menjadi bagian dari Museum Kepresidenan RI," Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syamsul Islami saat dihubungi di Ketapanng, Kamis.

Ia juga berterima kasih kepada Dra. Dewi Murwaningrum beserta tim dari Museum Kepresidenan Balai Kirti yang telah berkenan hadir di Ketapang dalam rangka pengumpulan data rekam jejak Mantan Wakil Presiden Ke-9 RI di Tanah Kayong Negeri Betuah.

"Secara khusus sosialisasi pada hari ini akan menampilkan Presiden Ke-3 RI, Pak BJ Habibie. Visi misi dan kepemimpinannya dalam menjalankan agenda reformasi memang tidak bisa dilepaskan dari pengalaman hidupnya," ucap Syamsul.

Setiap keputusan yang diambil didasarkan pada faktor-faktor yang bisa diukur. "Maka tidak heran tiap kebijakan yang diambil kadangkala membuat orang terkaget-kaget. Serta tidak mengerti bahkan sebagian kalangan menganggap Habibie apolitis dan tidak berperasaan," ucapnya.

Namun, menurutnya, Habibie telah melakukan perubahan dengan membangun pemerintahan yang transparan dan dialogis. Prinsip demokrasi juga diterapkan dalam kebijakan ekonomi yang disertai penegakan hukum dan ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.

"Banyak warisan nilai luhur dan positif yang dapat diambil dari dirgantara pemersatu Nusa Bangsa, Pak BJ Habibie yang dapat kita wariskan kepada generasi muda bangsa," ujarnya.

Acara konferensi via video tersebut diikuti oleh Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti beserta jajaran, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Museum Provinsi Kalimantan Barat, Kadis Pendidikan Kabupaten Ketapang dan guru sejarah serta pelajar sekolah menegah pertama (SMP) dan sekolah menegah atas (SMA) seluruh Ketapang secara virtual.*
 

Pewarta : Dedi
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024