Batam berlakukan gelembung perjalanan dengan Singapura
Rabu, 10 November 2021 21:59 WIB
Pelancong berswafoto di salah satu destinasi di Kota Batam, Pulau Putri. ANTARA/Naim
Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menyatakan siap memberlakukan gelembung perjalanan (travel bubble) dengan Singapura, seiring dengan penurunan angka COVID-19 dalam tiga bulan terakhir serta tingkat kekebalan tubuh yang mencapai 70 persen.
"Itu menandakan kita sangat siap memberlakukan travel bubble, tetapi harus mewaspadai diri," kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Rabu.
Ia optimistis dengan penanganan COVID-19 di Kota Batam. Apalagi, vaksinasi telah mencapai 97,8 persen warga sasaran, relatif tertinggi di Indonesia.
Capaian Provinsi Kepri yang memperoleh peringkat pertama vaksinasi di Indonesia di luar Pulau Jawa dan Bali, merupakan hasil kerja keras di Batam, yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di provinsi kepulauan itu.
Karenanya, Batam siap apabila pemerintah hendak menerapkan gelembung perjalanan pariwisata dengan Singapura, seperti rencana yang sudah disusun sejak tahun lalu.
Wakil Wali Kota menyatakan Batam adalah tujuan wisata dalam dan luar negeri. Pada 2019 jumlah wisman yang berkunjung ke Batam tercatat 1.947.943 kunjungan.
Kontribusi pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata juga relatif besar, sehingga apabila pandemi usai, maka pariwisata diharapkan kembali gemilang.
"COVID-19 selesai, pengembangan Hang Nadim (Bandar Udara Internasional) selesai, Batam lebih menggeliat lagi," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata meyakini Batam sudah siap untuk dikunjungi pelancong.
Saat ini, seluruh pelaku pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif sudah mendapatkan vaksin, guna memutus mata rantai penularan COVID-19 sekaligus meyakinkan wisatawan bahwa Batam siap menyambut.
"Itu menandakan kita sangat siap memberlakukan travel bubble, tetapi harus mewaspadai diri," kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Rabu.
Ia optimistis dengan penanganan COVID-19 di Kota Batam. Apalagi, vaksinasi telah mencapai 97,8 persen warga sasaran, relatif tertinggi di Indonesia.
Capaian Provinsi Kepri yang memperoleh peringkat pertama vaksinasi di Indonesia di luar Pulau Jawa dan Bali, merupakan hasil kerja keras di Batam, yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di provinsi kepulauan itu.
Karenanya, Batam siap apabila pemerintah hendak menerapkan gelembung perjalanan pariwisata dengan Singapura, seperti rencana yang sudah disusun sejak tahun lalu.
Wakil Wali Kota menyatakan Batam adalah tujuan wisata dalam dan luar negeri. Pada 2019 jumlah wisman yang berkunjung ke Batam tercatat 1.947.943 kunjungan.
Kontribusi pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata juga relatif besar, sehingga apabila pandemi usai, maka pariwisata diharapkan kembali gemilang.
"COVID-19 selesai, pengembangan Hang Nadim (Bandar Udara Internasional) selesai, Batam lebih menggeliat lagi," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata meyakini Batam sudah siap untuk dikunjungi pelancong.
Saat ini, seluruh pelaku pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif sudah mendapatkan vaksin, guna memutus mata rantai penularan COVID-19 sekaligus meyakinkan wisatawan bahwa Batam siap menyambut.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiket mudik menipis, KAI tambah 16 perjalanan KA dari Gambir dan Pasar Senen
22 February 2026 9:05 WIB
LRT Sumsel tambah perjalanan kereta api saat libur Natal jadi 102 perjalanan
25 December 2025 17:54 WIB
KA Purwojaya tujuan Gambir-Cilacap anjlok, delapan perjalanan jarak jauh dibatalkan
26 October 2025 7:31 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Pengunjung destinasi wisata Al Quran Akbar Palembang meningkat selama momentum Isra Mi'raj
19 January 2026 6:35 WIB