Medvedev juara US Open, kandaskan mimpi rekor Grand Slam Djokovic
Senin, 13 September 2021 8:54 WIB
Novak Djokovic dan Daniil Medvedev dengan piala seusai pertandingan mereka di final tunggal putra US Open di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Minggu (12/9/2021). ANTARA/REUTERS/Danielle Parhizkaran-USA TODAY Sports.
Jakarta (ANTARA) - Mimpi Novak Djokovic untuk meraih rekor gelar turnamen major ke-21 dan menyikat bersih Grand Slam tahun kalender 2021 sirna setelah kalah 6-4 6-4 6-4 dari petenis Rusia Daniil Medvedev di final US Open, Minggu waktu setempat atau Senin WIB.
Medvedev, yang bermain di final turnamen major ketiganya, akhirnya mengangkat trofi Grand Slam sekaligus membalas kekalahan dari Djokovic awal tahun ini di final Australian Open.
Petenis Serbia itu berusaha menjadi orang pertama dalam lebih dari setengah abad yang memenangi empat turnamen utama -- Australia Open, Prancis Open, Wimbledon, US Open -- pada tahun yang sama.
Pada laga final tersebut, dikutip dari Reuters, Djokovic mendapati dirinya jatuh ke dalam lubang setelah kehilangan set pertama.
Namun, kali ini tidak ada jalan keluar karena petenis Rusia itu terus memberikan tekanan dengan rentetan ace sambil memberi Djokovic satu break.
Dominasi Medvedev yang sedemikian rupa membuat satu-satunya drama kecil terjadi di akhir set ketiga ketika petenis Rusia itu tiba-tiba dilanda ketegangan saat berusaha menutup pertandingan.
Melakukan servis pada kedudukan 5-2 Medvedev melakukan kesalahan ganda pada match point, memungkinkan Djokovic mengamankan satu-satunya break.
Setelah Djokovic menahan servis untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 5-4, Medvedev kembali melakukan match point dan kembali melakukan kesalahan ganda.
Tetapi pemain berusia 25 tahun itu tidak menyia-nyiakan kesempatan ketiga untuk merebut gelar juara.
Djokovic tiba di lapangan Stadion Arthur Ashe dengan beban sejarah di pundaknya.
Sementara itu final putri mencatatkan sejarah antara para remaja Emma Raducanu dan Leylah Fernandez -- final putri Grand Slam pertama yang menampilkan dua pemain bukan unggulan -- final putra justru menampilkan petenis nomor satu dunia Djokovic bertemu dengan nomor dua Medvedev.
Sebelumnya, dalam wawancara usai kemenangan di semifinal, Djokovic mengatakan akan memperlakukan final seolah-olah itu adalah pertandingan terakhir dalam kariernya tetapi berhasil menghasilkan yang terbaik.
Medvedev juga sangat menyadari bahwa ada ruang kecil dalam buku sejarah untuknya jika dia berhasil menjadi pemain yang meruntuhkan mimpi Djokovic untuk menyapu bersih dan meraih rekor Grand Slam yang didambakan.
Medvedev, yang bermain di final turnamen major ketiganya, akhirnya mengangkat trofi Grand Slam sekaligus membalas kekalahan dari Djokovic awal tahun ini di final Australian Open.
Petenis Serbia itu berusaha menjadi orang pertama dalam lebih dari setengah abad yang memenangi empat turnamen utama -- Australia Open, Prancis Open, Wimbledon, US Open -- pada tahun yang sama.
Pada laga final tersebut, dikutip dari Reuters, Djokovic mendapati dirinya jatuh ke dalam lubang setelah kehilangan set pertama.
Namun, kali ini tidak ada jalan keluar karena petenis Rusia itu terus memberikan tekanan dengan rentetan ace sambil memberi Djokovic satu break.
Dominasi Medvedev yang sedemikian rupa membuat satu-satunya drama kecil terjadi di akhir set ketiga ketika petenis Rusia itu tiba-tiba dilanda ketegangan saat berusaha menutup pertandingan.
Melakukan servis pada kedudukan 5-2 Medvedev melakukan kesalahan ganda pada match point, memungkinkan Djokovic mengamankan satu-satunya break.
Setelah Djokovic menahan servis untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 5-4, Medvedev kembali melakukan match point dan kembali melakukan kesalahan ganda.
Tetapi pemain berusia 25 tahun itu tidak menyia-nyiakan kesempatan ketiga untuk merebut gelar juara.
Djokovic tiba di lapangan Stadion Arthur Ashe dengan beban sejarah di pundaknya.
Sementara itu final putri mencatatkan sejarah antara para remaja Emma Raducanu dan Leylah Fernandez -- final putri Grand Slam pertama yang menampilkan dua pemain bukan unggulan -- final putra justru menampilkan petenis nomor satu dunia Djokovic bertemu dengan nomor dua Medvedev.
Sebelumnya, dalam wawancara usai kemenangan di semifinal, Djokovic mengatakan akan memperlakukan final seolah-olah itu adalah pertandingan terakhir dalam kariernya tetapi berhasil menghasilkan yang terbaik.
Medvedev juga sangat menyadari bahwa ada ruang kecil dalam buku sejarah untuknya jika dia berhasil menjadi pemain yang meruntuhkan mimpi Djokovic untuk menyapu bersih dan meraih rekor Grand Slam yang didambakan.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Djokovic beri penghormatan bagi Kobe Bryant usai raih Grand Slam ke-24
11 September 2023 10:44 WIB, 2023
Daniil Medvedev melaju ke final St Petersburg Open untuk pertama kalinya
22 September 2019 2:55 WIB, 2019
Rafael Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 di US Open dan dekati rekor Federer
09 September 2019 10:03 WIB, 2019
Seharusnya saya bisa tuntaskan pertandingan lebih cepat, kata Medvedev
11 August 2019 19:23 WIB, 2019