Kadinkes: Persediaan oksigen rumah sakit di Sumsel aman
Selasa, 13 Juli 2021 11:49 WIB
Kadinkes Sumsel, Lesty Nuraini (ANTARA/Yudi Abdullah/21)
Palembang (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Lesty Nuraini menyatakan persediaan oksigen di rumah sakit rujukan yang ada di wilayah provinsi setempat hingga Juli 2021 ini masih aman atau tersedia sesuai dengan kebutuhan.
"Meskipun terjadi lonjakan pasien COVID-19 di rumah sakit yang tersebar di 17 kabupaten/kota, kebutuhan oksigen dapat dipenuhi oleh empat perusahaan penghasil oksigen yang ada di Sumsel," kata Lesty di Palembang, Selasa.
Dia menjelaskan, perusahaan penghasil oksigen di provinsi ini seperti PT.Ligasin, Samator, Pusri, dan PT.OKI Pulp & Paper Mills setiap hari memiliki kapasitas produksi hingga 100.
Baca juga: Gubernur Sumsel bantu Jabar atasi kelangkaan oksigen
Baca juga: PT OKI Pulp maksimalkan produksi oksigen bantu pasien COVID-19 di Sumsel
Sementara kebutuhan oksigen rumah sakit rujukan COVID-19 di provinsi ini masih di bawah kapasitas produksi perusahaan tersebut yakni 12 sampai 15 ton per hari.
Melihat kondisi tersebut, produsen oksigen Sumsel masih bisa menyuplai ke provinsi lain yang akhir-akhir ini mengalami lonjakan kasus positif COVID-19, katanya.
Menurut dia, meskipun wilayah Sumsel dalam kondisi aman persediaan oksigennya, pihaknya meminta masyarakat membantu menekan angka kasus positif COVID-19 yang mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Jika lonjakan kasus COVID-19 tidak bisa ditekan, bisa menimbulkan masalah tidak tersedianya tempat perawatan pasien dan kelangkaan oksigen di rumah sakit seperti yang terjadi di sejumlah provinsi di Tanah Air, ujar kadinkes.
Baca juga: Polda Sumsel gandeng OKI Pulp bantu kebutuhan oksigen RS COVID-19
"Meskipun terjadi lonjakan pasien COVID-19 di rumah sakit yang tersebar di 17 kabupaten/kota, kebutuhan oksigen dapat dipenuhi oleh empat perusahaan penghasil oksigen yang ada di Sumsel," kata Lesty di Palembang, Selasa.
Dia menjelaskan, perusahaan penghasil oksigen di provinsi ini seperti PT.Ligasin, Samator, Pusri, dan PT.OKI Pulp & Paper Mills setiap hari memiliki kapasitas produksi hingga 100.
Baca juga: Gubernur Sumsel bantu Jabar atasi kelangkaan oksigen
Baca juga: PT OKI Pulp maksimalkan produksi oksigen bantu pasien COVID-19 di Sumsel
Sementara kebutuhan oksigen rumah sakit rujukan COVID-19 di provinsi ini masih di bawah kapasitas produksi perusahaan tersebut yakni 12 sampai 15 ton per hari.
Melihat kondisi tersebut, produsen oksigen Sumsel masih bisa menyuplai ke provinsi lain yang akhir-akhir ini mengalami lonjakan kasus positif COVID-19, katanya.
Menurut dia, meskipun wilayah Sumsel dalam kondisi aman persediaan oksigennya, pihaknya meminta masyarakat membantu menekan angka kasus positif COVID-19 yang mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Jika lonjakan kasus COVID-19 tidak bisa ditekan, bisa menimbulkan masalah tidak tersedianya tempat perawatan pasien dan kelangkaan oksigen di rumah sakit seperti yang terjadi di sejumlah provinsi di Tanah Air, ujar kadinkes.
Baca juga: Polda Sumsel gandeng OKI Pulp bantu kebutuhan oksigen RS COVID-19
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB
Kejati Sumsel tetapkan tiga tersangka kasus korupsi distribusi semen Rp74,3 miliar
10 February 2026 1:04 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Ruas jalan Desa Pulau Beringin OKU Selatan tertutup tanah longsor, arus lalu lintas lumpuh total
11 February 2026 18:04 WIB