Petani program DMPA budidayakan semangka
Jumat, 19 Maret 2021 14:24 WIB
Panen semangka di Desa Pagar Desa, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan oleh petani program Desa Makmur Peduli Api. (ANTARA/HO/21)
Palembang (ANTARA) - Seorang petani binaan PT Bumi Persada Permai (BPP) dalam program Desa Makmur Peduli Api Desa Pagar Desa, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, berhasil membudidayakan semangka di atas lahan miliknya hingga menuai hasil 20 ton.
Heri Wibowo yang telah dibina PT BPP sejak 2016 itu belum lama ini meraup pendapatan senilai Rp60 juta lebih dari hasil panen tersebut dengan memanfaatkan lahan seluas 1 Hektare.
“Harga rata-rata semangka Rp3.000/Kg, jadi panen kali ini kami ada peningkatan pendapatan. Ini salah satunya berkat dukungan dari program DMPA sehingga saya dan kelompok tani bisa sukses dalam budidaya semangka,” kata dia.
Ia mengatakan selama dalam pembinaan, kelompok taninya yang mendapatkan pendampingan dalam hal pembibitan, pemupukan, pemeliharaan hingga pemasarannya.
Tak hanya itu, warga desanya juga mendapatkan berkah dari program dari perusahaan pemasok Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas ini karena dapat dilibat dalam berbagai kegiatan pasca panen. Setidaknya setiap panen, ia dapat merekrut 6-8 orang warga setempat untuk dijadikan buruh panen.
“Hingga kini kami sudah 8 kali panen, dan kini banyak warga yang tertarik untuk turut budidaya semangka,” kata dia.
Heri mengatakan, sebelum mengikuti program DMPA ia dihadapkan pada keterbatasan sehingga terpaksa menyewa lahan milik orang lain. Namun, sejak mendapatkan keuntungan berlipat dari perkebunan semangkanya itu, ia justru mampu membeli lahan yang lebih luas.
Mursalin, Kepala Unit HTI PT BPP mengatakan selain budidaya semangka, di Desa Pagar Desa juga terdapat program DMPA berupa pengelolaan pupuk kompos dan hortikultura. Kegiatan tersebut melibatkankan setidaknya 30 orang warga.
"Melalui program DMPA, kami harapkan masyarakat mampu meningkatkan pendapatannya. Selain itu, dapat menjadi solusi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang permanen," kata dia.
Program DMPA sendiri bertujuan untuk mengajak dan membina masyarakat untuk mengelola lahan secara agroforestri dan tidak melakukannya dengan cara dibakar.
Hingga kini, Kabupaten Musi Banyuasin menjadi satu dari 10 kabupaten di Sumsel yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di Kabupaten Muba, saat ini program DMPA inisiasi APP Sinar Mas bersama mitra pemasoknya telah berjalan di 31 Desa dengan total penerima manfaat mencapai 500 KK.
Heri Wibowo yang telah dibina PT BPP sejak 2016 itu belum lama ini meraup pendapatan senilai Rp60 juta lebih dari hasil panen tersebut dengan memanfaatkan lahan seluas 1 Hektare.
“Harga rata-rata semangka Rp3.000/Kg, jadi panen kali ini kami ada peningkatan pendapatan. Ini salah satunya berkat dukungan dari program DMPA sehingga saya dan kelompok tani bisa sukses dalam budidaya semangka,” kata dia.
Ia mengatakan selama dalam pembinaan, kelompok taninya yang mendapatkan pendampingan dalam hal pembibitan, pemupukan, pemeliharaan hingga pemasarannya.
Tak hanya itu, warga desanya juga mendapatkan berkah dari program dari perusahaan pemasok Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas ini karena dapat dilibat dalam berbagai kegiatan pasca panen. Setidaknya setiap panen, ia dapat merekrut 6-8 orang warga setempat untuk dijadikan buruh panen.
“Hingga kini kami sudah 8 kali panen, dan kini banyak warga yang tertarik untuk turut budidaya semangka,” kata dia.
Heri mengatakan, sebelum mengikuti program DMPA ia dihadapkan pada keterbatasan sehingga terpaksa menyewa lahan milik orang lain. Namun, sejak mendapatkan keuntungan berlipat dari perkebunan semangkanya itu, ia justru mampu membeli lahan yang lebih luas.
Mursalin, Kepala Unit HTI PT BPP mengatakan selain budidaya semangka, di Desa Pagar Desa juga terdapat program DMPA berupa pengelolaan pupuk kompos dan hortikultura. Kegiatan tersebut melibatkankan setidaknya 30 orang warga.
"Melalui program DMPA, kami harapkan masyarakat mampu meningkatkan pendapatannya. Selain itu, dapat menjadi solusi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang permanen," kata dia.
Program DMPA sendiri bertujuan untuk mengajak dan membina masyarakat untuk mengelola lahan secara agroforestri dan tidak melakukannya dengan cara dibakar.
Hingga kini, Kabupaten Musi Banyuasin menjadi satu dari 10 kabupaten di Sumsel yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di Kabupaten Muba, saat ini program DMPA inisiasi APP Sinar Mas bersama mitra pemasoknya telah berjalan di 31 Desa dengan total penerima manfaat mencapai 500 KK.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perkuat pengendalian karhutla di Muba, PT RHM bangun sekat bakar 890 meter
23 September 2026 20:39 WIB
Kolaborasi tim gabungan terus diperkuat padamkan karhutla di Muara Medak Muba
22 September 2026 8:24 WIB
BPBD Sumsel kerahkan tiga helikopter padamkan karhutla di OKI dan Muara Enim
22 September 2026 7:41 WIB
Kemenhut laporkan Sumsel terdapat 285 titik panas karhutla per 20 September
21 September 2026 15:15 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Harga emas Antam Rabu naik jadi Rp2,63 juta per gram, buyback Rp2,465 juta per gram
23 September 2026 9:56 WIB
Kilang Pertamina Plaju tuntaskan audit CFIA dan sistem manajemen anti penyuapan
22 September 2026 13:48 WIB