Jakarta (ANTARA) - Komentator Formula 1 legendaris Murray Walker meninggal dunia dalam usia 97 tahun pada Sabtu.

Walker, veteran Perang Dunia II, menjadi ikon F1 selama lebih dari 30 tahun sebagai komentator untuk BBC dan ITV.

Terkenal dengan gaya vokal yang bersemangat ketika mengomentari, dia melaporkan Grand Prix pertamanya untuk radio BBC di Silverstone pada 1949.

Walker menjadi komentator F1 secara penuh mulai 1978 dan pensiun pada 2001 setelah berkarier selama 52 tahun di dunia penyiaran.

"Dengan sangat berduka kami membagi kabar meninggalnya Anggota Asosiasi BRDC Murray Walker OBE," demikian pernyataan resmi British Racing Drivers Club seperti dikutip AFP.

Suara Walker mengiringi sejumlah momen bersejarah seperti kemenangan James Hunt atas Niki Lauda di Fuji pada 1976, rivalitas Ayrton Senna dengan Alain Prost, serta perebutan titel 1992 oleh Nigel Mansell.

Walker lulus dari sekolah militer Sandhurst's Royal Military College dan mengemudikan tank Sherman di Pertempuran Reichswald ketika PD II.

Dia meninggalkan militer setelah perang usai dan bergabung ke BBC, di mana ia mendapat tugas sebagai komentator setelah meledaknya perhatian publik ke Formula 1 menyusul kemenangan Hunt pada 1976.

Beberapa tahun terakhir Walker berkutat dengan masalah kesehatan. Dia didiagnosis mengidap lymphoma setelah terjatuh ketika berlibur di usia 89 tahun.

F1 menyampaikan belasungkawa terhadap meninggalkan Walker lewat media sosial.

"Kami sangat berduka mendengar Murray Walker telah meninggal dunia. Semangat dan kecintaannya terhadap olahraga ini menginspirasi jutaan fan di seluruh dunia. Dia akan selamanya menjadi bagian dari sejarah kami, dan akan sangat dirindukan."

Walker menarik sejumlah besar penggemar karena pengetahuannya akan F1 dan sejumlah komentarnya yang khas.

"Mobil terdepan sangat unik, kecuali satu yang berada di belakangnya yang identik", "tak ada yang salah dengan mobilnya kecuali itu terbakar" merupakan beberapa celetukan Walker yang membuatnya dikenang.

Kemudian ketika Damon Hill melintasi garis finis di Suzuka untuk menjuarai Grand Prix Jepang dan merebut gelar juara dunia 1996, Walker yang sepanjang balapan mengomentari dengan semangat tiba-tiba menyeletuk," Saya harus berhenti karena saya mendapati gumpalan di tenggorokan saya."

"Saya selalu melihatnya sebagai uraian singkat bukan untuk memberi informasi tapi untuk menghibur," kata Walker dalam wawancara pada 2011.

"Saya tahu 95 persen pendengar saya tidak tertarik dengan diameter pin piston. Apa yang mereka inginkan adalah berbagi kegembiraan yang saya cukup beruntung saksikan.

"Bisa dikatakan keberuntungan. Pekerjaan saya telah membawa saya keliling dunia sekian kali ke negara-negara yang saya mungkin tidak pernah bisa kunjungi, dan saya telah berjumpa dengan orang-orang yang luar biasa. Saya sangat, sangat beruntung."
 

Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024