Tips berolahraga dengan masker, ini yang harus diperhatikan
Rabu, 3 Juni 2020 8:05 WIB
Kiper Inter Miami CF Luis Robles tiba di tempat latihan dengan menggunakan masker pada Mei (6/5) 2020. Major League Soccer mengumumkan bahwa mulai tanggal 6 Mei, setiap pemain sepak bola harusbberlatih secara individual. (ANTARA/Reuters/USA Today Sports/MLS)
Jakarta (ANTARA) - Memasuki masa normal baru, masker menjadi "aksesoris" yang wajib dikenakan oleh semua orang yang hendak beraktivitas di luar rumah termasuk berolahraga.
Kendati demikian, akhir-akhir ini beredar video yang memberitakan tentang bahaya berolahraga dengan menggunakan masker.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Michael Triangto, SpKO menjelaskan bahwa berolahraga menggunakan masker masih aman dilakukan namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Baca juga: Anak berpeluang tumbuh tinggi meski orang tuanya tubuh mungil
Hal pertama yang perlu diperhatikan menurut Michael adalah tujuan berolahraga dan intensitasnya.
"Bila tujuannya untuk sehat tentunya yang bersangkutan hanya boleh melakukan olahraganya berintensitas ringan sampai sedang saja, sehingga tidak akan terganggu dengan penggunaan masker sesuai dengan peraturan PSBB," jelas Michael melalui pesan singkat yang diterima Antara, Selasa.
Sementara untuk yang ingin tetap berolahraga berat tentunya tidak akan dapat dilarang, dengan demikian boleh tetap dilakukan namun dianjurkan dilakukan di dalam rumah sehingga tidak akan terkena kewajiban menggunakan masker.
Baca juga: Pilates hingga zumba bisa jadi pilihan olahraga selama pandemi corona
"Yang perlu dipahami benar adalah olahraga berintensitas berat hanya diperuntukkan bagi atlet yang mau bertanding sehingga tujuan kesehatan bukanlah menjadi prioritas utama mereka," jelas Michael.
Selain itu, jenis masker yang dikenakan juga harus diperhatikan. Michael menyarankan penggunaan masker bedah atau masker kain yang banyak di pasaran, untuk digunakan saat hendak berolahraga di luar rumah.
Meskipun dua jenis masker ini tergolong masker yang memiliki kemampuan rendah untuk menyaring udara, namun tidak akan terlalu menyesakkan dan masih tergolong nyaman ketika dikenakan.
Michael sama sekali tidak menyarankan penggunaan masker N95, karena jenis masker ini akan sangat mempengaruhi fungsi pernafasan penggunanya, mengingat jenis masker ini hanya diperuntukkan bagi petugas medis seperti di ruang-ruang isolasi dan ICU yang khusus merawat pasien Covid-19.
"Berolahraga yang sehat cukup dengan intensitas ringan sampai dengan sedang, sehingga penggunaan masker tidak akan mempersulit sistem pernafasan dan tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan terlebih lagi sehingga menyebabkan kematian," jelas Michael.
Kendati demikian, akhir-akhir ini beredar video yang memberitakan tentang bahaya berolahraga dengan menggunakan masker.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Michael Triangto, SpKO menjelaskan bahwa berolahraga menggunakan masker masih aman dilakukan namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Baca juga: Anak berpeluang tumbuh tinggi meski orang tuanya tubuh mungil
Hal pertama yang perlu diperhatikan menurut Michael adalah tujuan berolahraga dan intensitasnya.
"Bila tujuannya untuk sehat tentunya yang bersangkutan hanya boleh melakukan olahraganya berintensitas ringan sampai sedang saja, sehingga tidak akan terganggu dengan penggunaan masker sesuai dengan peraturan PSBB," jelas Michael melalui pesan singkat yang diterima Antara, Selasa.
Sementara untuk yang ingin tetap berolahraga berat tentunya tidak akan dapat dilarang, dengan demikian boleh tetap dilakukan namun dianjurkan dilakukan di dalam rumah sehingga tidak akan terkena kewajiban menggunakan masker.
Baca juga: Pilates hingga zumba bisa jadi pilihan olahraga selama pandemi corona
"Yang perlu dipahami benar adalah olahraga berintensitas berat hanya diperuntukkan bagi atlet yang mau bertanding sehingga tujuan kesehatan bukanlah menjadi prioritas utama mereka," jelas Michael.
Selain itu, jenis masker yang dikenakan juga harus diperhatikan. Michael menyarankan penggunaan masker bedah atau masker kain yang banyak di pasaran, untuk digunakan saat hendak berolahraga di luar rumah.
Meskipun dua jenis masker ini tergolong masker yang memiliki kemampuan rendah untuk menyaring udara, namun tidak akan terlalu menyesakkan dan masih tergolong nyaman ketika dikenakan.
Michael sama sekali tidak menyarankan penggunaan masker N95, karena jenis masker ini akan sangat mempengaruhi fungsi pernafasan penggunanya, mengingat jenis masker ini hanya diperuntukkan bagi petugas medis seperti di ruang-ruang isolasi dan ICU yang khusus merawat pasien Covid-19.
"Berolahraga yang sehat cukup dengan intensitas ringan sampai dengan sedang, sehingga penggunaan masker tidak akan mempersulit sistem pernafasan dan tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan terlebih lagi sehingga menyebabkan kematian," jelas Michael.
Pewarta : Maria Rosari Dwi Putri
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aldila/Janice melaju ke perempat final Madrid Open 2026 usai tekuk unggulan keenam
27 April 2026 10:29 WIB
PLTU Banjarsari-FPTI Lahat kembangkan wisata 'waterfall rappelling' di Curug Perigi
24 April 2026 11:40 WIB
Lampung dan Banten jadi calon tunggal tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional 2032
06 April 2026 14:44 WIB
Pemkot Palembang apresiasi atlet berprestasi, bagikan bonus medali Porprov
23 December 2025 21:35 WIB
Federasi Savate Indonesia resmi gabung KONI Sumsel, bakal dipertandingkan di Porprov 2027
12 December 2025 6:58 WIB
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Google Cloud luncurkan Gemini Enterprise Agent Platform, dorong era AI mandiri
23 April 2026 6:47 WIB
Maudy Ayunda dan Jessica Iskandar ajak perempuan maknai sensitivitas sebagai kekuatan
17 April 2026 19:40 WIB