Jamu anticorona laris manis
Rabu, 15 April 2020 12:56 WIB
Ilustrasi - Para pedagang jamu gendong melayani pembeli (ANTARA)
Jakarta (ANTARA) - Sejak mewabahnya COVID-19 di Indonesia, sebagian masyarakat mulai mengonsumsi jamu untuk menjaga daya tahan tubuh dan jamu anticorona racikan Warti laris manis selama pandemi.
"Paling banyak yang dicari jamu anticorona. Dalam sehari bisa habis lebih dari dua botol," kata Warti yang berdagang jamu keliling di seputaran Jakarta Timur, Rabu.
Jamu anticorona yang dimaksud Warti adalah racikan rimpang temulawak, dengan beberapa macam rimpang lainnya seperti jahe, kunyit dan serai.
Rimpang yang juga dikenal sebagai bumbu dapur itu dipercaya memiliki khasiat untuk menjaga daya imunitas tubuh, seperti jahe yang bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan, mengatasi rasa sakit dan membantu proses detoksifikasi serta antiradang.
Begitu pula dengan serai yang disebut memiliki beragam manfaat seperti antioksidan, meningkatkan metabolisme, mengatur tekanan darah tinggi serta menyembuhkan flu dan pilek.
Rimpang-rimpangan tersebut diolah dengan tangan Warti yang sudah berdagang jamu keliling sejak 1993. Selain jamu anticorona, salah satu jamu yang juga paling banyak dibeli pelanggannya adalah kunyit asem.
"Langganan saya macam-macam, malah ada pemilik toko yang memesan khusus dua botol sendiri untuk dikonsumsi bersama para pegawainya," kata Warti.
Warti yang berdagang jamu berkeliling dari komplek ke komplek perumahan mengaku pelanggannya semakin bertambah sejak COVID-19 mewabah.
"Tapi harga bahan-bahan juga naik, karena banyak dicari orang," ujar Warti yang setiap hari dibonceng anaknya dengan motor berkeliling pagi dan sore hari menjual jamu.*
"Paling banyak yang dicari jamu anticorona. Dalam sehari bisa habis lebih dari dua botol," kata Warti yang berdagang jamu keliling di seputaran Jakarta Timur, Rabu.
Jamu anticorona yang dimaksud Warti adalah racikan rimpang temulawak, dengan beberapa macam rimpang lainnya seperti jahe, kunyit dan serai.
Rimpang yang juga dikenal sebagai bumbu dapur itu dipercaya memiliki khasiat untuk menjaga daya imunitas tubuh, seperti jahe yang bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan, mengatasi rasa sakit dan membantu proses detoksifikasi serta antiradang.
Begitu pula dengan serai yang disebut memiliki beragam manfaat seperti antioksidan, meningkatkan metabolisme, mengatur tekanan darah tinggi serta menyembuhkan flu dan pilek.
Rimpang-rimpangan tersebut diolah dengan tangan Warti yang sudah berdagang jamu keliling sejak 1993. Selain jamu anticorona, salah satu jamu yang juga paling banyak dibeli pelanggannya adalah kunyit asem.
"Langganan saya macam-macam, malah ada pemilik toko yang memesan khusus dua botol sendiri untuk dikonsumsi bersama para pegawainya," kata Warti.
Warti yang berdagang jamu berkeliling dari komplek ke komplek perumahan mengaku pelanggannya semakin bertambah sejak COVID-19 mewabah.
"Tapi harga bahan-bahan juga naik, karena banyak dicari orang," ujar Warti yang setiap hari dibonceng anaknya dengan motor berkeliling pagi dan sore hari menjual jamu.*
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kabar baik buat warga Jambi, RSUD Raden Mattaher segera miliki pelayanan jantung terpadu
02 February 2023 11:22 WIB, 2023
Kabar baik dari Menkeu Sri Mulyani: THR diberikan H-10 Lebaran dan gaji ke-13 pada Juni 2021
29 April 2021 16:56 WIB, 2021
Zidane: Karim Benzema bisa kembali ke timnas Prancis adalah kabar baik
14 January 2021 12:44 WIB, 2021
Keluarga Captain Afwan masih berharap kabar baik dari hilangnya SJ-182
10 January 2021 0:31 WIB, 2021
Meningkatkan industri wisata, Disbudpar Sumsel laksanakan Sriwijaya Great Sale
10 August 2020 9:52 WIB, 2020
Terpopuler - Sosok/Profil
Lihat Juga
Kisah Nurul Ramadhan, perempuan asal Muba yang jadi satu-satunya volunteer Piala Dunia 2026
18 July 2026 12:20 WIB
Kisah Audy Item sempat frustrasi jalani diet ekstrem, turun cepat tapi balik lagi
05 March 2026 5:13 WIB