BWF setujui kok bulu sintetis
Senin, 20 Januari 2020 13:33 WIB
Ilustrasi: Pebulu tangkis tunggal putri Thaliand Ratchanok Intanon mengembalikan kok ke arah lawannya asal Spanyol Carolina Marin dalam pertandingan babak final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Jakarta (ANTARA) - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Senin, mengatakan telah menyetujui shuttlecock (kok) bulu sintetis digunakan untuk turnamen internasional mulai tahun depan sebagai upaya untuk mengurangi sampah.
Induk organisasi olahraga bulu tangkis tersebut mengatakan telah berkolaborasi dengan perusahan perlengkapan olahraga asal Jepang Yonex untuk mengembangkan versi sintetis, yang digunakan dalam tiga turnamen internasional yang disetujui BWF tahun lalu.
Baca juga: BWF apresiasi Indonesia Masters yang berlangsung sukses
"Umpan balik mengindikasikan bahwa kok bulu sintetis Yonex lebih tahan lama dan ekonomis dibandingkan dengan kok tradisional dengan bulu alami, sementara dalam waktu yang sama terbukti 'terbang' dan kinerjanya sangat mirip," kata BWF dalam pernyataannya seperti dikutip Reuters, Senin.
"...Bulu sintetis bisa mengurangi penggunaan kok hingga 25%, memberikan keunggulan secara ekonomi dan lingkungan yang signifikan bagi bulu tangkis ke depan."
Baca juga: Pelatih evaluasi penampilan ganda campuran di BWF World Tour Finals 2019
Para pebulu tangkis elit yang terlibat dalam pengujian dengan cepat menyesuaikan diri dengan varian tersebut, kata Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund.
"Visinya adalah untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang bulu tangkis dan menjadi semakin berkurang ketergantungan menggunakan bulu asli untuk kok," kata Lund menambahkan.
BWF mengatakan sedang memperbarui pedoman teknis dan bahwa produsen bisa meminta persetujuan untuk kok bulu sintetis versi mereka untuk digunakan dalam pertandingan.
Baca juga: Dua wakil Indonesia siap tampil maksimal di final BWF World Tour 2019
Baca juga: Jonatan dapat pelajaran berharga dari permainan Momota
Induk organisasi olahraga bulu tangkis tersebut mengatakan telah berkolaborasi dengan perusahan perlengkapan olahraga asal Jepang Yonex untuk mengembangkan versi sintetis, yang digunakan dalam tiga turnamen internasional yang disetujui BWF tahun lalu.
Baca juga: BWF apresiasi Indonesia Masters yang berlangsung sukses
"Umpan balik mengindikasikan bahwa kok bulu sintetis Yonex lebih tahan lama dan ekonomis dibandingkan dengan kok tradisional dengan bulu alami, sementara dalam waktu yang sama terbukti 'terbang' dan kinerjanya sangat mirip," kata BWF dalam pernyataannya seperti dikutip Reuters, Senin.
"...Bulu sintetis bisa mengurangi penggunaan kok hingga 25%, memberikan keunggulan secara ekonomi dan lingkungan yang signifikan bagi bulu tangkis ke depan."
Baca juga: Pelatih evaluasi penampilan ganda campuran di BWF World Tour Finals 2019
Para pebulu tangkis elit yang terlibat dalam pengujian dengan cepat menyesuaikan diri dengan varian tersebut, kata Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund.
"Visinya adalah untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang bulu tangkis dan menjadi semakin berkurang ketergantungan menggunakan bulu asli untuk kok," kata Lund menambahkan.
BWF mengatakan sedang memperbarui pedoman teknis dan bahwa produsen bisa meminta persetujuan untuk kok bulu sintetis versi mereka untuk digunakan dalam pertandingan.
Baca juga: Dua wakil Indonesia siap tampil maksimal di final BWF World Tour 2019
Baca juga: Jonatan dapat pelajaran berharga dari permainan Momota
Pewarta : Fitri Supratiwi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Dewa United tahan imbang Bhayangkara FC 2-2 pada pekan kedua Super League
11 September 2026 21:22 WIB
Liga Champions: Ferran Torres "hattrick", PSG libas Slovan Bratislava 6-1
10 September 2026 9:09 WIB
Mourinho puji performa Trent Alexander-Arnold pada posisi baru di Real Madrid
09 September 2026 15:03 WIB