Persik Kediri putuskan rombak kepengurusan di Liga 1
Kamis, 2 Januari 2020 8:12 WIB
Sejumlah suporter Persik Kediri mengikuti konvoi melintasi jalan protokol Kota Kediri. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/hp.
Kediri (ANTARA) - Manajemen Persik Kediri memutuskan untuk merombak kepengurusan di liga 1 2020 setelah lolos dari liga 2, antara lain dengan menggaet anggota DPR RI sebagai Chief Executive Officer (CEO).
Media Officer Persik Kediri Canda Adi Surya mengemukakan Persik sudah mengenalkan susunan kepengurusan baru termasuk Abdul Hakim Bafagih sebagai Chief Executive Officer (CEO) atau Presiden Klub Persik Kediri.
"Mas Hakim ini sejak SD fans berat Persik Kediri. Jadi, setiap selesai pertandingan sering ke lapangan untuk minta tanda tangan pemain," kata Canda di Kediri, Rabu.
Ia menambahkan, selama ini keluarga Abdul Hakim Bafagih juga sangat mendukung Persik Kediri. Bahkan saat Persik terdegradasi di liga 3 2018 hingga Persik naik katas ke liga 2 2019, dukungan tetap diberikan.
Selain menunjuk Abdul Hakim Bafagih yang merupakan anggota Komisi X DPR RI, Persik juga menunjuk Arief Priyono sebagai Sekretaris Umum.
"Posisi di Jakarta akan dibantu Arief Priyono sebagai Sekretaris Umum. Ia akan menjembatani komunikasi sekaligus berperan sebagai ketua harian dan pengambil kebijakan strategis klub saat Mas Hakim tidak berada di Kediri," ujar dia.
Manajemen klub berjuluk Macan Putih tersebut juga tetap mempertahankan Beny Kurniawan sebagai tim manajer karena telah berjasa menangani Persik Kediri, mulai naik hingga bisa kembali ke Liga 1 2020.
"Beny Kurniawan memahami kebutuhan klub dan selama ini bisa berkomunikasi dengan suporter. Jadi keberadaannya sangat dibutuhkan di Persik Kediri. Ia akan dibantu oleh Hendra Setyawan sebagai asisten manajer sekaligus Kepala Rumah Tangga Persik Kediri," ujar Canda.
Sementara itu, CEO Persik Kediri era Liga 2 2019 Subiyantoro akan berpindah posisi menjadi Chief Youth Development Officer dan akan menjadi Kepala Sekolah SSB Persik Kediri.
"Subiyantoro membawa prestasi Persik Kediri begitu luar biasa. Itu terbukti dengan naiknya Macan Putih ke Liga 1 dengan usia pemain paling muda 26 tahun. Ia memang meminta posisi itu karena telah menjadi passion-nya untuk membina pemain muda," kata Canda.
Persik Kediri juga sudah mulai memagari sejumlah pemainnya untuk tetap bergabung di tim. Beberapa di antaranya yang telah sepaakat untuk berkostum Persik adalah Bayu Otto, Septian Satria Bagaskara, Faris Aditama, Eka Prasetya, dan Adi Jayanto. Namun, untuk kontrak pemain hingga kini masih belum dilakukan.
Manajemen juga tetap berupaya untuk mempertahankan para pemain. Namun, beberapa pemain dikabarkan hengkang, seperti Taufik Febriyanto dan Edo Firmansyah yang dikabarkan hengkang ke Persita Tangerang di musim depan.
Media Officer Persik Kediri Canda Adi Surya mengemukakan Persik sudah mengenalkan susunan kepengurusan baru termasuk Abdul Hakim Bafagih sebagai Chief Executive Officer (CEO) atau Presiden Klub Persik Kediri.
"Mas Hakim ini sejak SD fans berat Persik Kediri. Jadi, setiap selesai pertandingan sering ke lapangan untuk minta tanda tangan pemain," kata Canda di Kediri, Rabu.
Ia menambahkan, selama ini keluarga Abdul Hakim Bafagih juga sangat mendukung Persik Kediri. Bahkan saat Persik terdegradasi di liga 3 2018 hingga Persik naik katas ke liga 2 2019, dukungan tetap diberikan.
Selain menunjuk Abdul Hakim Bafagih yang merupakan anggota Komisi X DPR RI, Persik juga menunjuk Arief Priyono sebagai Sekretaris Umum.
"Posisi di Jakarta akan dibantu Arief Priyono sebagai Sekretaris Umum. Ia akan menjembatani komunikasi sekaligus berperan sebagai ketua harian dan pengambil kebijakan strategis klub saat Mas Hakim tidak berada di Kediri," ujar dia.
Manajemen klub berjuluk Macan Putih tersebut juga tetap mempertahankan Beny Kurniawan sebagai tim manajer karena telah berjasa menangani Persik Kediri, mulai naik hingga bisa kembali ke Liga 1 2020.
"Beny Kurniawan memahami kebutuhan klub dan selama ini bisa berkomunikasi dengan suporter. Jadi keberadaannya sangat dibutuhkan di Persik Kediri. Ia akan dibantu oleh Hendra Setyawan sebagai asisten manajer sekaligus Kepala Rumah Tangga Persik Kediri," ujar Canda.
Sementara itu, CEO Persik Kediri era Liga 2 2019 Subiyantoro akan berpindah posisi menjadi Chief Youth Development Officer dan akan menjadi Kepala Sekolah SSB Persik Kediri.
"Subiyantoro membawa prestasi Persik Kediri begitu luar biasa. Itu terbukti dengan naiknya Macan Putih ke Liga 1 dengan usia pemain paling muda 26 tahun. Ia memang meminta posisi itu karena telah menjadi passion-nya untuk membina pemain muda," kata Canda.
Persik Kediri juga sudah mulai memagari sejumlah pemainnya untuk tetap bergabung di tim. Beberapa di antaranya yang telah sepaakat untuk berkostum Persik adalah Bayu Otto, Septian Satria Bagaskara, Faris Aditama, Eka Prasetya, dan Adi Jayanto. Namun, untuk kontrak pemain hingga kini masih belum dilakukan.
Manajemen juga tetap berupaya untuk mempertahankan para pemain. Namun, beberapa pemain dikabarkan hengkang, seperti Taufik Febriyanto dan Edo Firmansyah yang dikabarkan hengkang ke Persita Tangerang di musim depan.
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Persik Kediri tekuk Persita Tangerang 1-0, Jon Toral jadi pahlawan di Brawijaya
19 April 2026 21:55 WIB
Persik Kediri intensifkan latihan usai libur Lebaran 2026, target perbaiki peringkat klasemen
23 March 2026 19:19 WIB
Misi keluar dari juru kunci, Persis Solo wajib menang lawan Persik Kediri malam ini
01 March 2026 16:40 WIB
Jadwal pekan ke-17 Liga 1: Borneo vs Persik, Bali United vs Persebaya
26 December 2024 15:30 WIB, 2024