Menteri KKP tangkap empat kapal asing
Senin, 2 Desember 2019 9:33 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di sela kunjungan kerjanya di Balai Perikanan Budidaya Air Payau di Kabupaten Takalar, Sulsel. ANTARA/Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan bahwa pihaknya sudah menangkap empat kapal dari hasil pengawasan pengamanan potensi hasil laut di lapangan.
"Kami tetap akan melakukan pengawasan, penjagaan laut. Kalau mereka mau ditenggelamkan, saya tenggelamkan. Kalau menyerah, ya, kami serahkan ke pengadilan itu prosesnya," kata Edhy di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Takalar dan Makassar, Senin.
Belum lama ini, kata Edhy, sudah menangkap kapal di Selat Malaka, jauh sebelumnya sudah menangkap empat kapal di Bitung, Sulawesi Utara yang di antaranya satu kapal induk dan dua anak kapal yang isinya ikan tuna.
Menurut dia, hasil tangkapan itu kasusnya dilimpahkan ke pengadilan. Setelah proses hukum selesai, kapal itu tidak menjadi aset Kementerian KKP, tetapi menjadi aset negara melalui Kementerian Keuangan.
Namun, dari arahan dari Menkomaritim aset itu nantinya akan diserahkan pada pihak yang layak untuk mengoperasikannya di lapangan.
"Apakah itu nanti diserahkan kepada masyarakat, nanti dilihat mampu tidak mengoperasikan yang GT-nya lebih besar dari yang digunakan," kata Edhy.
Selama kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di Sulsel diawali dengan kunjungan ke lokasi pembibitan udang yang merupakan milik pengusaha di Dusun Jalange, Kelurahan Mallawa, Kabupaten Barru, Sulsel, Minggu (1/12).
Selanjutnya, melakukan kunjungan ke Desa Nelayan di Pelabuhan Untia, Makassar sekaligus berdialog dengan para nelayan terkait dengan kendala yang dihadapi di lapangan.
Kunjungan terakhir di lokasi pembibitan udang dan pengembangan kultur jaringan di Balai Budidaya Perikanan Air Payau di Kabupaten Takalar, Sulsel.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di sela kunjungan kerjanya di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Kabupaten Takalar, Sulsel untuk meresmikan panen udang dan berdialog dengan masyarakat nelayan. ANTARA/Suriani Mappong
"Kami tetap akan melakukan pengawasan, penjagaan laut. Kalau mereka mau ditenggelamkan, saya tenggelamkan. Kalau menyerah, ya, kami serahkan ke pengadilan itu prosesnya," kata Edhy di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Takalar dan Makassar, Senin.
Belum lama ini, kata Edhy, sudah menangkap kapal di Selat Malaka, jauh sebelumnya sudah menangkap empat kapal di Bitung, Sulawesi Utara yang di antaranya satu kapal induk dan dua anak kapal yang isinya ikan tuna.
Menurut dia, hasil tangkapan itu kasusnya dilimpahkan ke pengadilan. Setelah proses hukum selesai, kapal itu tidak menjadi aset Kementerian KKP, tetapi menjadi aset negara melalui Kementerian Keuangan.
Namun, dari arahan dari Menkomaritim aset itu nantinya akan diserahkan pada pihak yang layak untuk mengoperasikannya di lapangan.
"Apakah itu nanti diserahkan kepada masyarakat, nanti dilihat mampu tidak mengoperasikan yang GT-nya lebih besar dari yang digunakan," kata Edhy.
Selama kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di Sulsel diawali dengan kunjungan ke lokasi pembibitan udang yang merupakan milik pengusaha di Dusun Jalange, Kelurahan Mallawa, Kabupaten Barru, Sulsel, Minggu (1/12).
Selanjutnya, melakukan kunjungan ke Desa Nelayan di Pelabuhan Untia, Makassar sekaligus berdialog dengan para nelayan terkait dengan kendala yang dihadapi di lapangan.
Kunjungan terakhir di lokasi pembibitan udang dan pengembangan kultur jaringan di Balai Budidaya Perikanan Air Payau di Kabupaten Takalar, Sulsel.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di sela kunjungan kerjanya di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Kabupaten Takalar, Sulsel untuk meresmikan panen udang dan berdialog dengan masyarakat nelayan. ANTARA/Suriani Mappong
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hakim banding nilai vonis Edhy Prabowo tak cerminkan keadilan, vonis lebih berat
11 November 2021 23:13 WIB, 2021
Edhy Prabowo sebut Prabowo Subianto sebagai sosok ayah dalam pleidoinya
09 July 2021 20:20 WIB, 2021
Saksi: persediaan uang kunjungan kerja ke Palembang Edhy Prabowo capai Rp100 juta
18 May 2021 20:31 WIB, 2021
Stafsus jelaskan penyerahan suap ke Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo
24 February 2021 16:38 WIB, 2021
Edhy Prabowo dicecar aliran uang dari berbagai eksportir benih lobster
30 December 2020 11:56 WIB, 2020