Lahan terbakar di Sumsel capai 2.000 hektare
Senin, 9 September 2019 15:54 WIB
Asap membumbung tinggi dari lahan yang terbakar di Muara Medak, Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (14/8/2019). (ANTARA FOTO/Nathan/Lmo/ama)
Palembang (ANTARA) - Lahan terbakar di Sumatera Selatan sudah mencapai 2.000 hektare sejak berlangsungnya musim kemarau pada Mei 2019.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan Ansori di Palembang, Senin, mengatakan luasan lahan yang terbakar ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu, karena terdapat sejumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung dalam waktu lama dan meluas.
Karhutla ini sebagian besar terjadi di Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Rawas, Musi Banyuasin, dan Penukal Abab Lematang Ilir.
“Salah satu karhutla yang cukup hebat terjadi pada pertengahan Agustus lalu yakni di Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin yang sampai dua pekan,” kata dia.
Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan ini, BPBD melakukan operasi darat dan udara menggunakan sarana dan prasarana yang sudah disiapkan sebelumnya.
Untuk operasi udara, sementara ini dikerahkan delapan unit helikopter yakni dua unit untuk patroli yakni satu pesawat Cessna Caravan dan satu unit heli AS350 dan enam unit untuk waterbombing, yakni RA 22747 dan Kamov UR CIO melakukan pemadaman di Ogan Ilir (OI). Sementara empat heli jenis RA 22583, RDPL 34230, RDPL 34140 PKL dan RDPL 3420 untuk pemadaman di Ogan Komering Ilir.
Selain itu ada satu unit heli MI8 8156 yang khusus disiagakan di Pangkalan Udara TNI AU Palembang untuk perawatan.
“Sejauh ini titik kebakaran lahan mayoritas terjadi di wilayah Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir karena memiliki lahan gambut yang cukup luas,” kata dia.
Lokasi berikutnya yakni di kawasan Tol Palembang Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.
Akibatnya dari karhutla yang terjadi dalam sepekan terakhir, membuat Kota Palembang mulai diselimuti kabut tipis di pagi hari dan sore hari.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan Ansori di Palembang, Senin, mengatakan luasan lahan yang terbakar ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu, karena terdapat sejumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung dalam waktu lama dan meluas.
Karhutla ini sebagian besar terjadi di Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Rawas, Musi Banyuasin, dan Penukal Abab Lematang Ilir.
“Salah satu karhutla yang cukup hebat terjadi pada pertengahan Agustus lalu yakni di Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin yang sampai dua pekan,” kata dia.
Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan ini, BPBD melakukan operasi darat dan udara menggunakan sarana dan prasarana yang sudah disiapkan sebelumnya.
Untuk operasi udara, sementara ini dikerahkan delapan unit helikopter yakni dua unit untuk patroli yakni satu pesawat Cessna Caravan dan satu unit heli AS350 dan enam unit untuk waterbombing, yakni RA 22747 dan Kamov UR CIO melakukan pemadaman di Ogan Ilir (OI). Sementara empat heli jenis RA 22583, RDPL 34230, RDPL 34140 PKL dan RDPL 3420 untuk pemadaman di Ogan Komering Ilir.
Selain itu ada satu unit heli MI8 8156 yang khusus disiagakan di Pangkalan Udara TNI AU Palembang untuk perawatan.
“Sejauh ini titik kebakaran lahan mayoritas terjadi di wilayah Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir karena memiliki lahan gambut yang cukup luas,” kata dia.
Lokasi berikutnya yakni di kawasan Tol Palembang Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.
Akibatnya dari karhutla yang terjadi dalam sepekan terakhir, membuat Kota Palembang mulai diselimuti kabut tipis di pagi hari dan sore hari.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kolaborasi multipihak bantu tangani kebakaran kebun warga di Desa Kaliberau Muba
16 September 2026 12:10 WIB
Satgas Karhutla Sumsel kendalikan kebakaran 90 hektare di SM Padang Sugihan
11 September 2026 11:09 WIB
Kemenhut sanksi enam perusahaan pemegang izin hutan akibat karhutla di Kalimantan
25 August 2026 10:27 WIB
Manggala Agni padamkan ratusan hektare karhutla di Indragiri Hulu dan Pelalawan
23 August 2026 15:25 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Jaga ekosistem laut, Pertamina Trans Kontinental tanam 512 terumbu karang di Sulawesi Utara
20 August 2026 7:24 WIB