Jakarta (ANTARA) - Hutama Karya bersama PTPN VII dan Pelindo II akan mengembangkan "dry port" atau pelabuhan curah kering pada ruas tol Trans Sumatera di Pelabuhan Panjang, Lampung.

"Dry port tersebut akan menempel dengan jalan tol, dan kami sudah teken tanda tangannya," kata Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo dalam diskusi di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

Tujuan pembangunan pelabuhan curah kering tersebut untuk mempercepat tingkat pengembalian modal atau internal rate of return (IRR) yang telah dibangun Hutama Karya.

Pembangunan tersebut untuk mempercepat perpindahan barang dari pelabuhan, selain itu membuka peluang pengembang untuk membangun perumahan atau gudang bisnis di area tersebut.

Hutama Karya (HK) sendiri telah melakukan investasi pada lahan seluas 20 ha di wilayah area pelabuhan curah kering tersebut, dengan menggandeng PTPN VII untuk menggunakan lahannya yang sudah tidak produktif lagi seluas 250 Ha.

Bintang Perbowo mengatakan akan ada dua ruas tol Trans Sumatera yang akan diresmikan pada akhir tahun 2019. "Penugasan Jalan Tol Trans Sumatera dapat selesai sesuai target, dua ruas akan diresmikan akhir tahun, mungkin November," kata Bintang.

Dua ruas tol tersebut adalah ruas tol Terbanggi Besar-Pematang-Panggang-Kayu Agung sepanjang 185 km dan ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km. Manurut dia, untuk ruas tol Terbanggi Besar-Pematang-Panggang-Kayu Agung, direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada bulan September 2019.

Pada bulan Maret Presiden telah meresmikan ruas tol Bakauheuni-Terbanggi Besar sepanjang 140 km. Kemudian untuk sisa 33 km dari ruas tersebut konsesinya dimiliki oleh pihak lain, namun dapat dioperasilkan pada akhir 2019 ini.

Dengan tersambungnya ruas Bakauheuni- Palembang maka waktu tempuh tersebut akan memakan waktu kurang lebih 4 jam dengan jarak 365 km. Sebelum adanya tol, waktu tempuh mencapai 12 jam.



 

Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024