Presiden AS bekukan semua aset pemerintah Venezuela
Selasa, 6 Agustus 2019 10:59 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato pada kampanye di Cincinnati, Ohio, AS, 1/8/2019. (ANTARA/REUTERS/BRYAN WOOLSTON/tm)
Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump memberlakukan pembekuan semua aset pemerintah Venezuela di Amerika Serikat pada Senin (5/8) sehingga dengan tajam meningkatkan tindakan diplomatik dan sanksi dengan tujuan menggulingkan pemerintah Presiden Nicolas Maduro.
Perintah eksekutif tersebut, yang ditandatangani oleh Trump, lebih dari sanksi yang diberlakukan beberapa bulan belakangan ini terhadap perusahaan minyak milik negara Venezuela PDVSA dan sektor keuangan negeri tersebut serta tindakan terhadap puluhan pejabat Venezuela.
"Semua properti dan saham kepemilikan properti Pemerintah Venezuela yang berada di Amerikat Serikat ... diblokir dan tak bisa dialihkan, dibayarkan, diekspor, ditarik atau ditangani dengan cara lain," demikian bunyi perintah eksekutif tersebut, yang disiarkan oleh Gedung Putih.
Cakupan pengumuman itu mengejutkan, bahkan bagi sebagian sekutu di pemerintah Trump.
"Ini besar," kata Ana Quintana, pengulas senior kebijakan pada Heritage Foundation, lembaga kajian konservatif di Washington, soal pengumuman tersebut.
Quintana mengatakan tampaknya perintah itu akan menjadi embargo besar-besaran terhadap Venezuela tapi ia sedang menunggu perinciannya.
Kementerian Penerangan Venezuela belum menanggapi permintaan komentar.
Amerika Serikat dan sebagian besar negara Barat telah mendesak Maduro agar mundur. Mereka telah mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden sah negeri tersebut.
Sumber: Reuters
Perintah eksekutif tersebut, yang ditandatangani oleh Trump, lebih dari sanksi yang diberlakukan beberapa bulan belakangan ini terhadap perusahaan minyak milik negara Venezuela PDVSA dan sektor keuangan negeri tersebut serta tindakan terhadap puluhan pejabat Venezuela.
"Semua properti dan saham kepemilikan properti Pemerintah Venezuela yang berada di Amerikat Serikat ... diblokir dan tak bisa dialihkan, dibayarkan, diekspor, ditarik atau ditangani dengan cara lain," demikian bunyi perintah eksekutif tersebut, yang disiarkan oleh Gedung Putih.
Cakupan pengumuman itu mengejutkan, bahkan bagi sebagian sekutu di pemerintah Trump.
"Ini besar," kata Ana Quintana, pengulas senior kebijakan pada Heritage Foundation, lembaga kajian konservatif di Washington, soal pengumuman tersebut.
Quintana mengatakan tampaknya perintah itu akan menjadi embargo besar-besaran terhadap Venezuela tapi ia sedang menunggu perinciannya.
Kementerian Penerangan Venezuela belum menanggapi permintaan komentar.
Amerika Serikat dan sebagian besar negara Barat telah mendesak Maduro agar mundur. Mereka telah mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden sah negeri tersebut.
Sumber: Reuters
Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Skandal Epstein 2026: Dari mundurnya pejabat Inggris hingga posisi sulit Donald Trump
09 February 2026 6:36 WIB
Presiden Trump 'murka' Macron enggan masuk Dewan Gaza, ancam tarif 200 persen
20 January 2026 15:13 WIB
Ayatollah sebut Trump harus bertanggung jawab atas gelombang protes di Iran
18 January 2026 13:54 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
PEP Prabumulih tingkatkan produksi migas Sumur PBM-025 melalui 'well service'
11 February 2026 14:36 WIB
Produksi migas meningkat, Pertamina EP Zona 4 jaga kinerja keuangan tetap solid
11 February 2026 10:26 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB
Kejati Sumsel tetapkan tiga tersangka kasus korupsi distribusi semen Rp74,3 miliar
10 February 2026 1:04 WIB