DFSK buka peluang produksi mobil listrik
Sabtu, 20 Juli 2019 9:02 WIB
Mobil Listrik DFSK Glory E3 di GIIAs 2019 (ANTARA News/Alviansyah P)
Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil asal China Dongfeng Sokonindo (DFSK) membuka peluang untuk memproduksi mobil listrik Glory E3 di Indonesia agar bisa memasarkannya di wilayah Asia Tenggara.
"Persiapan perlu dilakukan sejak dini mengingat DFSK Glory E3 akan dipasarkan secara global, termasuk di kawasan ASEAN," kata Managing Director Sales Center PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, di GIIAS 2019, Jumat (19/7).
"Indonesia berpeluang menjadi basis produksi untuk pasar ASEAN mengingat fasilitas produksi di Indonesia sangat memungkinkan dan mendukung," kata Franz.
Franz menjelaskan bahwa DFSK sudah memperhitungkan potensi kendaraan listrik di Indonesia, sehingga mereka menanamkan nilai investasi sebesar 150 juta dolar AS untuk pabrik perakitan di Cikande, Banten, yang sudah mengusung teknologi industri 4.0.
DFSK yang mampu memproduksi 50ribu unit mobil per tahun bisa saja menambah nilai investasinya di Indonesia, apabila pasar otomotif Indonesia terus berkembang. Franz mengatakan, DFSK sudah memiliki jaringan pengembangan di Silicon Valey, Amerika Serikat, yang juga digunakan untuk membangun Glory E3.
Mobil berdesain sport utility vehicle (SUV) itu sudah tampil perdana pada Shanghai Auto Show 2018.
Sistem penggerak yang dipakai Glory E3 adalah motor listrik dan baterai dengan jarak tempuh mulai dari 405 kilometer berkat kapasitas baterai 52,56 kwh yang disandingkan dengan motor listrik tipe Permanent Magnet Synchronous Motor.
Untuk pengisian baterai, Glory DFSK E3 hanya memerlukan waktu 30 menit untuk mencapai 80 persen daya baterai dengan menggunakan teknologi fast charging.
"Persiapan perlu dilakukan sejak dini mengingat DFSK Glory E3 akan dipasarkan secara global, termasuk di kawasan ASEAN," kata Managing Director Sales Center PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, di GIIAS 2019, Jumat (19/7).
"Indonesia berpeluang menjadi basis produksi untuk pasar ASEAN mengingat fasilitas produksi di Indonesia sangat memungkinkan dan mendukung," kata Franz.
Franz menjelaskan bahwa DFSK sudah memperhitungkan potensi kendaraan listrik di Indonesia, sehingga mereka menanamkan nilai investasi sebesar 150 juta dolar AS untuk pabrik perakitan di Cikande, Banten, yang sudah mengusung teknologi industri 4.0.
DFSK yang mampu memproduksi 50ribu unit mobil per tahun bisa saja menambah nilai investasinya di Indonesia, apabila pasar otomotif Indonesia terus berkembang. Franz mengatakan, DFSK sudah memiliki jaringan pengembangan di Silicon Valey, Amerika Serikat, yang juga digunakan untuk membangun Glory E3.
Mobil berdesain sport utility vehicle (SUV) itu sudah tampil perdana pada Shanghai Auto Show 2018.
Sistem penggerak yang dipakai Glory E3 adalah motor listrik dan baterai dengan jarak tempuh mulai dari 405 kilometer berkat kapasitas baterai 52,56 kwh yang disandingkan dengan motor listrik tipe Permanent Magnet Synchronous Motor.
Untuk pengisian baterai, Glory DFSK E3 hanya memerlukan waktu 30 menit untuk mencapai 80 persen daya baterai dengan menggunakan teknologi fast charging.
Pewarta : Alviansyah Pasaribu
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumsel larang ASN gunakan mobil dinas pada libur Natal dan Tahun Baru
16 December 2025 7:42 WIB
SAR cari korban tabrakan mobil yang hilang di Sungai Lematang Kabupaten Lahat
27 November 2025 5:54 WIB
Pemkot Palembang revisi perwali larang kendaraan berat lintasi jalan protokol
15 September 2025 21:52 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB