Warga luka parah digigit buaya, saat mencari ikan
Senin, 13 Mei 2019 12:35 WIB
Arsip- Buaya . (ANTARA)
Mukomuko (ANTARA) - Seorang warga Desa Gading Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Bahardin (55), terluka parah di sekujur tubuhnya setelah digigit buaya saat mencari ikan di aliran sungai Air Hitam.
“Korban ini digigit buaya pada Minggu (12/5) sekitar pukul 18.00 WIB. Akibat gigitan buaya tersebut, korban mengalami luka dan kini mendapat perawatan di Puskesmas Kecamatan Pondok Suguh,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko Kompol M. Amin dalam keterangannya di Mukomuko, Senin.
Ia menjelaskan, kejadian berawal saat korban bersama istri pergi ke sungai Air Hitam untuk melihat jaring yang sudah dipasang sejak Minggu pagi. Setelah sampai di sungai korban mengangkat jaring.
Pada saat jaring diangkat, jaring ikan ini seperti tersangkut di dalam sungai lalu korban langsung berenang ke tengah untuk melepaskan jaringnya yang diduga tersangkut di tengah sungai tersebut.
Setelah sampai di tengah sungai, korban diterkam oleh buaya. Pada saat itu sempat terjadi perkelahian antara korban dengan buaya.
Selanjutnya korban ini berusaha untuk melepaskan diri dari gigitan buaya dengan cara berenang ke daratan lalu menyelamaatkan diri ke pinggir sungai dengan dibantu istri korban.
Setelah korban ini naik ke daratan, istri korban menelepon anaknya lalu anak korban bersama dengan warga setempat datang untuk menolong korban membawanya ke Puskesmas Pondok Suguh.
Akibat peristiwa tersebut, korban yang bekerja sebagai petani ini mengalami luka robek di bagian dada sebelah kanan, luka robek di pangkal paha, luka lecet di lengan kanan, luka lecet di kaki.
Menurut keterangan warga di wilayah ini, tidak hanya sekali ini saja warga setempat dimangsa oleh buaya, tetapi sebelumnya sudah ada warga setempat yang meninggal dunia akibat dimangsa buaya.
“Korban ini digigit buaya pada Minggu (12/5) sekitar pukul 18.00 WIB. Akibat gigitan buaya tersebut, korban mengalami luka dan kini mendapat perawatan di Puskesmas Kecamatan Pondok Suguh,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko Kompol M. Amin dalam keterangannya di Mukomuko, Senin.
Ia menjelaskan, kejadian berawal saat korban bersama istri pergi ke sungai Air Hitam untuk melihat jaring yang sudah dipasang sejak Minggu pagi. Setelah sampai di sungai korban mengangkat jaring.
Pada saat jaring diangkat, jaring ikan ini seperti tersangkut di dalam sungai lalu korban langsung berenang ke tengah untuk melepaskan jaringnya yang diduga tersangkut di tengah sungai tersebut.
Setelah sampai di tengah sungai, korban diterkam oleh buaya. Pada saat itu sempat terjadi perkelahian antara korban dengan buaya.
Selanjutnya korban ini berusaha untuk melepaskan diri dari gigitan buaya dengan cara berenang ke daratan lalu menyelamaatkan diri ke pinggir sungai dengan dibantu istri korban.
Setelah korban ini naik ke daratan, istri korban menelepon anaknya lalu anak korban bersama dengan warga setempat datang untuk menolong korban membawanya ke Puskesmas Pondok Suguh.
Akibat peristiwa tersebut, korban yang bekerja sebagai petani ini mengalami luka robek di bagian dada sebelah kanan, luka robek di pangkal paha, luka lecet di lengan kanan, luka lecet di kaki.
Menurut keterangan warga di wilayah ini, tidak hanya sekali ini saja warga setempat dimangsa oleh buaya, tetapi sebelumnya sudah ada warga setempat yang meninggal dunia akibat dimangsa buaya.
Pewarta : Ferri Aryanto
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kelakuan Wali Kota Nagoya gigit medali Olimpiade membuat Toyota Motor Corps marah
05 August 2021 18:28 WIB, 2021
Gigit lawan, Bek Lazio Patric terkena sanksi larangan bermain empat laga
09 July 2020 13:24 WIB, 2020
Presiden: Silakan penegak hukum "gigit" yang berniat korupsi dana COVID-19
15 June 2020 11:23 WIB, 2020
Bima Aryo percayakan Sparta ditangani Unit K9 Polda Metro Jaya, anjing ini pernah gigit PRT hingga tewas
14 September 2019 6:48 WIB, 2019
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB