Banjir terjang Pidie, Aceh
Jumat, 26 April 2019 17:07 WIB
Lahan tanaman padi yang terendam banjir di Tangse, Pidie, Aceh, Kamis (25/4). (BPBA)
Banda Aceh (ANTARA) - Hujan dengan intensitas tinggi membuat air Krueng (Sungai) Balee dan Krueng Inong meluap dan membanjiri Gampong (Desa) Blang Bungong, Ranto Payang dan Pulo Seunong di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (25/4) petang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Jumat, mengatakan banjir membuat 10 rumah warga di Blang Bungong tergenang sampai setinggi setengah meter.
Sementara di Pulo Senong banjir menggenangi sekitar 20 rumah warga dan di Ranto Panyang banjir membuat lumpur masuk ke enam rumah warga.
"Akibat banjir, satu tanggul penahan irigasi di Blang Bungong jebol. Banjir juga merendam Dayah (Pesantren) Subulussalam di Ranto Panyang, dan sekitar satu hektare tanaman padi yang siap dipanen terendam lumpur di Pulo Seunong," katanya merinci.
"Tapi korban jiwa, kita pastikan nihil. Sementara satu kepala keluarga yang terdiri dari tujuh jiwa kini mengungsi ke tempat sanak saudara untuk sementara waktu," jelas Dadek.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyatakan fenomena pusaran Eddy telah menimbulkan hujan, dan gelombang laut dengan tinggi tiga meter lebih di wilayah perairan Aceh.
"Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, bukan akibat kemarau basah. Tapi fenomena Eddy," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Blang Bintang Aceh, Zakaria Ahmad.
Ia memprakirakan fenomena cuaca berupa pusaran angin tertutup itu meliputi wilayah barat dan selatan, hingga Aceh Besar, Banda Aceh, Pidie, dan Pidie Jaya dalam beberapa hari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Jumat, mengatakan banjir membuat 10 rumah warga di Blang Bungong tergenang sampai setinggi setengah meter.
Sementara di Pulo Senong banjir menggenangi sekitar 20 rumah warga dan di Ranto Panyang banjir membuat lumpur masuk ke enam rumah warga.
"Akibat banjir, satu tanggul penahan irigasi di Blang Bungong jebol. Banjir juga merendam Dayah (Pesantren) Subulussalam di Ranto Panyang, dan sekitar satu hektare tanaman padi yang siap dipanen terendam lumpur di Pulo Seunong," katanya merinci.
"Tapi korban jiwa, kita pastikan nihil. Sementara satu kepala keluarga yang terdiri dari tujuh jiwa kini mengungsi ke tempat sanak saudara untuk sementara waktu," jelas Dadek.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyatakan fenomena pusaran Eddy telah menimbulkan hujan, dan gelombang laut dengan tinggi tiga meter lebih di wilayah perairan Aceh.
"Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, bukan akibat kemarau basah. Tapi fenomena Eddy," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Blang Bintang Aceh, Zakaria Ahmad.
Ia memprakirakan fenomena cuaca berupa pusaran angin tertutup itu meliputi wilayah barat dan selatan, hingga Aceh Besar, Banda Aceh, Pidie, dan Pidie Jaya dalam beberapa hari.
Pewarta : Muhammad Said
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korban banjir di pedalaman Pidie Jaya masih tinggal di tenda pengungsian, butuh kepastian hunian
17 January 2026 16:10 WIB
Sapi Limousin Presiden Prabowo tiba di Gayo Lues, semarakkan Meugang di Desa Agusen
20 March 2026 9:40 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup cabut izin 28 perusahaan di Aceh, Sumut dan Sumbar
26 January 2026 16:08 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu, 16 September 2026: Cerah hingga cerah berawan
16 September 2026 9:18 WIB
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB