Facebook integrasikan Messenger, WhatsApp dan Instagram
Sabtu, 26 Januari 2019 19:49 WIB
Tampilan balon obrolan berwarna-warni di aplikasi Facebook Messenger. ((ANTARA News/messengernews.fb.com))
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Facebook dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk penggabungan tiga platform layanan perpesanannya, WhatsApp, Instagram, dan Facebook Messenger, yang memungkinkan pengguna mengirim pesan antar-platform perpesanan itu untuk pertama kalinya.
Rencana Facebook itu disampaikan oleh CEO Mark Zuckerberg, menurut New York Times dalam laporannya, dikutip Sabtu. Proses itu akan melibatkan pengkodean ulang perangkat lunak dasar dari tiga aplikasi untuk memastikan mereka bisa dioperasikan sesuai rencana.
Seorang pengguna WhatsApp akan dapat, misalnya, mengirim pesan teks untuk pengguna Instagram untuk pertama kalinya tanpa perlu berganti aplikasi.
Pengkodean ulang perangkat lunak itu juga akan melibatkan pengaktifan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end-encryption/E2E) pada ketiga aplikasi, menurut Mike Isaac dari New York Times.
Sementara semua pesan WhatsApp akan menggunakan fitur keamanan itu, yang mencegah siapa pun, termasuk Facebook sendiri, untuk mencegat atau menyensor isi pesan.
Facebook Messenger hanya mendukung E2E dalam mode "percakapan aman" khusus, yang tidak aktif secara default dan harus diaktifkan secara terpisah untuk setiap obrolan, sementara Instagram tidak memiliki enkripsi sama sekali.
Meskipun E2E adalah tindakan keamanan yang berharga bagi pengguna, E2E dapat membuat Facebook tidak bisa memindai pesan sebagai bagian dari bisnis periklanannya.
Teknologi ini juga mendapat tentangan dari organisasi penegak hukum, karena menghambat kemampuan mereka untuk mengintersep komunikasi yang dicurigai secara real time.
Rencana Facebook itu disampaikan oleh CEO Mark Zuckerberg, menurut New York Times dalam laporannya, dikutip Sabtu. Proses itu akan melibatkan pengkodean ulang perangkat lunak dasar dari tiga aplikasi untuk memastikan mereka bisa dioperasikan sesuai rencana.
Seorang pengguna WhatsApp akan dapat, misalnya, mengirim pesan teks untuk pengguna Instagram untuk pertama kalinya tanpa perlu berganti aplikasi.
Pengkodean ulang perangkat lunak itu juga akan melibatkan pengaktifan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end-encryption/E2E) pada ketiga aplikasi, menurut Mike Isaac dari New York Times.
Sementara semua pesan WhatsApp akan menggunakan fitur keamanan itu, yang mencegah siapa pun, termasuk Facebook sendiri, untuk mencegat atau menyensor isi pesan.
Facebook Messenger hanya mendukung E2E dalam mode "percakapan aman" khusus, yang tidak aktif secara default dan harus diaktifkan secara terpisah untuk setiap obrolan, sementara Instagram tidak memiliki enkripsi sama sekali.
Meskipun E2E adalah tindakan keamanan yang berharga bagi pengguna, E2E dapat membuat Facebook tidak bisa memindai pesan sebagai bagian dari bisnis periklanannya.
Teknologi ini juga mendapat tentangan dari organisasi penegak hukum, karena menghambat kemampuan mereka untuk mengintersep komunikasi yang dicurigai secara real time.
Pewarta : Suryanto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Facebook Messenger akan batasi terusan pesan, perangi berita palsu
06 September 2020 19:46 WIB, 2020
Facebook perkenalkan mode gelap untuk aplikasi seluler guna mengurangi silau dari layar
29 June 2020 8:30 WIB, 2020
Aplikasi facebook luncurkan Messenger Kids, agar anak bisa bertemu teman-temannya
23 April 2020 11:37 WIB, 2020
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Dian Sastrowardoyo dukung program mudik gratis untuk pemilik warung, cek rutenya!
27 February 2026 6:42 WIB
Jebolan Indonesian Idol Piche Kota bantah jadi pelaku asusila anak di Belu
23 February 2026 15:28 WIB