Airbus tawarkan pesawat canggih kepada Indonesia
Kamis, 8 November 2018 19:51 WIB
Pesawat Airbus (Foto IST)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Perusahaan manufaktur pesawat terbang asal Eropa, Airbus menyatakan siap menjawab kebutuhan Indonesia di bidang militer, luar angkasa, dan helikopter dengan produk layanan mutakhir.
"Indonesia merupakan pelanggan yang sangat penting untuk produk pesawat dan helikopter," kata Head of Airbus Defence and Space, South East Asia, Johan Pelissier, di sela-sela acara Indo Defence 2018 Expo and Forum, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis.
Hubungan baik antara Indonesia dan Airbus telah terjalin sejak 40 tahun silam, tepatnya di tahun 1976 saat PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mendapatkan lisensi untuk memproduksi pesawat ringan NC212 dan helicopter NBO-105.
"Hari ini berbagai produk Airbus beroperasi di Indonesia melayani baik misi militer maupun sipil," katanya.
Salah satu produk tersebut adalah pesawat berukuran sedang Airbus C295 yang dioperasikan secara rutin oleh TNI AU untuk transportasi penumpang dan kargo. Pesawat ini juga terbang pada misi-misi kemanusiaan.
"Pesawat C-295 telah membantu modernisasi armada transportasi TNI AU dan membuktikan kemampuannya dalam berbagai misi militer dan kemanusiaan," katanya.
Airbus juga memproduksi pesawat angkut taktis A400M yang telah menunjukkan kemampuannya dalam misi transportasi dan kemanusiaan. A400M adalah pesawat paling modern di kelasnya, pesawat ini dapat terbang dua kali lebih jauh dibanding pesawat kompetitor dan dapat menampung bahan bakar dua kali lebih banyak.
"A400M juga dapat mengangkut kargo dengan beban muatan yang berat dan berukuran besar, juga memiliki kemampuan unik untuk mendarat di landasan pendek dan tidak beraspal, meski membawa muatan yang berat. Ini dibuktikan saat pesawat angkut berat ini yang dipinjamkan dari Malaysia membawa ekskavator untuk bantuan kemanusiaan di Lombok dan Palu beberapa waktu lalu," kata Johan.
Selain itu, kata Johan, Airbus juga memproduksi A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT) yang mampu melakukan misi transportasi strategis dan pengisian bahan bakar pesawat di udara.
"Kita sudah tawarkan kepada Indonesia. Sepertinya, operator (TNI AU) tertarik untuk membeli pesawat ini," ujarnya.
Selain pesawat militer, Airbus juga bekerja sama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk menggunakan gambar dan konstelasi satelit Pleiades dan TerraSAR-X untuk memonitor dan mengoptimalkan sumber daya alam Indonesia.
Dengan pengalaman puluhan tahun di bidang pertahanan dan keamanan, Airbus memiliki jejak rekam yang kuat dalam mengembangkan produk dan layanan untuk misi yang paling menantang sekalipun.
"Jejak rekam tersebut meliputi solusi keamanan maritim terintegrasi yang menggabungkan platform berawak dan nirawak. Gambar dari satelit dengan resolusi tinggi serta produk dengan teknologi pintar yang dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan individu," katanya.
Airbus juga memproduksi helikopter modern seperti H225M dari keluarga Super Puma, AS565 MBe, AS550, dan AS555 aktif beroperasi bersama TNI AD, TNI AU dan TNI AL menjawab berbagai kebutuhan militer Indonesia.
Managing Director Airbus Helicopters, Ludovic Boistot, mengatakan, Airbus unggul dalam segmen helikopter dengan lebih dari 150 helikopter sipil dan militer beroperasi di Indonesia.
Secara khusus, Ludovic menyoroti kemampuan multiperan helikopter H225M dari keluarga Super Puma dan Helikopter ringan serbaguna bermesin ganda H145M, serta bagaimana kedua helikopter ini menjawab kebutuhan Indonesia.
"H225M telah terbukti kemampuannya di medan tempur, merupakan helikopter multiperan yang cocok untuk berbagai misi. H145M yang berukuran menengah ini merupakan platform berbiaya rendah. Helikopter ini dapat melaksanakan berbagai misi, mulai misi pengangkutan hingga pengintaian," katanya.
Ia mengaku Airbus memiliki pusat pemeliharaan, perawatan dan overhaul di Indonesia.
"Kami juga berencana untuk mengembangkan kehadiran kami di Indonesia di tahun-tahun mendatang," tuturnya.
"Indonesia merupakan pelanggan yang sangat penting untuk produk pesawat dan helikopter," kata Head of Airbus Defence and Space, South East Asia, Johan Pelissier, di sela-sela acara Indo Defence 2018 Expo and Forum, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis.
Hubungan baik antara Indonesia dan Airbus telah terjalin sejak 40 tahun silam, tepatnya di tahun 1976 saat PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mendapatkan lisensi untuk memproduksi pesawat ringan NC212 dan helicopter NBO-105.
"Hari ini berbagai produk Airbus beroperasi di Indonesia melayani baik misi militer maupun sipil," katanya.
Salah satu produk tersebut adalah pesawat berukuran sedang Airbus C295 yang dioperasikan secara rutin oleh TNI AU untuk transportasi penumpang dan kargo. Pesawat ini juga terbang pada misi-misi kemanusiaan.
"Pesawat C-295 telah membantu modernisasi armada transportasi TNI AU dan membuktikan kemampuannya dalam berbagai misi militer dan kemanusiaan," katanya.
Airbus juga memproduksi pesawat angkut taktis A400M yang telah menunjukkan kemampuannya dalam misi transportasi dan kemanusiaan. A400M adalah pesawat paling modern di kelasnya, pesawat ini dapat terbang dua kali lebih jauh dibanding pesawat kompetitor dan dapat menampung bahan bakar dua kali lebih banyak.
"A400M juga dapat mengangkut kargo dengan beban muatan yang berat dan berukuran besar, juga memiliki kemampuan unik untuk mendarat di landasan pendek dan tidak beraspal, meski membawa muatan yang berat. Ini dibuktikan saat pesawat angkut berat ini yang dipinjamkan dari Malaysia membawa ekskavator untuk bantuan kemanusiaan di Lombok dan Palu beberapa waktu lalu," kata Johan.
Selain itu, kata Johan, Airbus juga memproduksi A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT) yang mampu melakukan misi transportasi strategis dan pengisian bahan bakar pesawat di udara.
"Kita sudah tawarkan kepada Indonesia. Sepertinya, operator (TNI AU) tertarik untuk membeli pesawat ini," ujarnya.
Selain pesawat militer, Airbus juga bekerja sama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk menggunakan gambar dan konstelasi satelit Pleiades dan TerraSAR-X untuk memonitor dan mengoptimalkan sumber daya alam Indonesia.
Dengan pengalaman puluhan tahun di bidang pertahanan dan keamanan, Airbus memiliki jejak rekam yang kuat dalam mengembangkan produk dan layanan untuk misi yang paling menantang sekalipun.
"Jejak rekam tersebut meliputi solusi keamanan maritim terintegrasi yang menggabungkan platform berawak dan nirawak. Gambar dari satelit dengan resolusi tinggi serta produk dengan teknologi pintar yang dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan individu," katanya.
Airbus juga memproduksi helikopter modern seperti H225M dari keluarga Super Puma, AS565 MBe, AS550, dan AS555 aktif beroperasi bersama TNI AD, TNI AU dan TNI AL menjawab berbagai kebutuhan militer Indonesia.
Managing Director Airbus Helicopters, Ludovic Boistot, mengatakan, Airbus unggul dalam segmen helikopter dengan lebih dari 150 helikopter sipil dan militer beroperasi di Indonesia.
Secara khusus, Ludovic menyoroti kemampuan multiperan helikopter H225M dari keluarga Super Puma dan Helikopter ringan serbaguna bermesin ganda H145M, serta bagaimana kedua helikopter ini menjawab kebutuhan Indonesia.
"H225M telah terbukti kemampuannya di medan tempur, merupakan helikopter multiperan yang cocok untuk berbagai misi. H145M yang berukuran menengah ini merupakan platform berbiaya rendah. Helikopter ini dapat melaksanakan berbagai misi, mulai misi pengangkutan hingga pengintaian," katanya.
Ia mengaku Airbus memiliki pusat pemeliharaan, perawatan dan overhaul di Indonesia.
"Kami juga berencana untuk mengembangkan kehadiran kami di Indonesia di tahun-tahun mendatang," tuturnya.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden hubungi Menteri KKP yang sempat pingsan saat jadi inspektur upacara
25 January 2026 16:58 WIB
Komite Nasional Keselamatan Transportasi investigasi penyebab insiden pesawat ATR 42-500
20 January 2026 7:18 WIB
Satu korban pesawat ATR 42-500 dievakuasi dari atas tebing Gunung Bulusaraung
18 January 2026 19:56 WIB
Tim SAR dikerahkan ke Gunung Bulusaraung Sulsel setelah ditemukan serpihan pesawat ATR
18 January 2026 14:12 WIB
Prabowo dan Presiden Korsel bahas kelanjutan kerja sama proyek pesawat tempur KF-21 Boramae
01 November 2025 15:01 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB