Pakar: Ini perbedaan virus dengan bakteri
Senin, 24 September 2018 15:20 WIB
Ilustrasi- virus HPV (Ist)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Virus dan bakteri dituding menjadi penyebab sejumlah penyakit dan dianggap sama, padahal keduanya merupakan mikroba yang berbeda, ujar pakar kesehatan.
dr.Harry Parathon SpOG(K) dari Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba Kemenkes RI mengilustrasikan jika tubuh manusia sebesar benua Eropa, maka ukuran bakteri diibaratkan sebesar bus, sementara virus sebesar bola sepak.
Dilihat dari segi ilmiah, bakteri merupakan mikroba atau jasad renik yang tidak memiliki inti sel dan berukuran sangat kecil sehingga diperlukan mikroskop untuk melihatnya.
Sementara virus adalah mikroba yang tidak bisa hidup tanpa menempel pada induknya, ia baru bisa berkembang biak ketika menempel dengan makhluk hidup lain.
Mengingat ukurannya yang lebih kecil dari bakteri, untuk melihat virus perlu pemeriksaan dan pembesaran yang lebih banyak dibandingkan bakteri. Bakteri memiliki materi genetik berupa DNA, sementara virus antara RNA atau DNA.
Virus akan menempel di suatu sel dan mengambil alih sel tersebut untuk mengembangbiakkan virus-virus lain hingga sel tersebut mati. Virus juga bisa mengubah sel normal menjadi berbahaya untuk kesehatan.
Ketika menyerang tubuh, virus dan bakteri menunjukkan gejala infeksi yang sama, misalnya demam, batuk, radang, muntah, diare dan hidung berair. Contoh penyakit yang disebabkan virus yaitu influenza, sementara bakteri jahat menyebabkan typhus.
Bakteri dan virus merupakan mikroba yang berbeda, maka penanganan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri akan berbeda dengan virus.
Antibiotik yang diresepkan oleh dokter ketika terserang penyakit, dirancang untuk menghilangkan bakteri patogen. Antibiotik tidak bisa membunuh virus, infeksi yang disebabkan oleh virus harus diobati dengan memberikan anti-virus dan dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh.
dr.Harry Parathon SpOG(K) dari Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba Kemenkes RI mengilustrasikan jika tubuh manusia sebesar benua Eropa, maka ukuran bakteri diibaratkan sebesar bus, sementara virus sebesar bola sepak.
Dilihat dari segi ilmiah, bakteri merupakan mikroba atau jasad renik yang tidak memiliki inti sel dan berukuran sangat kecil sehingga diperlukan mikroskop untuk melihatnya.
Sementara virus adalah mikroba yang tidak bisa hidup tanpa menempel pada induknya, ia baru bisa berkembang biak ketika menempel dengan makhluk hidup lain.
Mengingat ukurannya yang lebih kecil dari bakteri, untuk melihat virus perlu pemeriksaan dan pembesaran yang lebih banyak dibandingkan bakteri. Bakteri memiliki materi genetik berupa DNA, sementara virus antara RNA atau DNA.
Virus akan menempel di suatu sel dan mengambil alih sel tersebut untuk mengembangbiakkan virus-virus lain hingga sel tersebut mati. Virus juga bisa mengubah sel normal menjadi berbahaya untuk kesehatan.
Ketika menyerang tubuh, virus dan bakteri menunjukkan gejala infeksi yang sama, misalnya demam, batuk, radang, muntah, diare dan hidung berair. Contoh penyakit yang disebabkan virus yaitu influenza, sementara bakteri jahat menyebabkan typhus.
Bakteri dan virus merupakan mikroba yang berbeda, maka penanganan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri akan berbeda dengan virus.
Antibiotik yang diresepkan oleh dokter ketika terserang penyakit, dirancang untuk menghilangkan bakteri patogen. Antibiotik tidak bisa membunuh virus, infeksi yang disebabkan oleh virus harus diobati dengan memberikan anti-virus dan dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB
Unsri dan KKP terapkan teknologi IoT untuk pembenihan ikan betok di Palembang
15 August 2026 21:00 WIB