Dinas Pangan ambil sampel anggur murah
Jumat, 21 September 2018 14:46 WIB
Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) melakukan tes uji makanan yang mengandung zat berbahaya. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly)
Padang (ANTARA News Sumsel) - Dinas Pangan Kota Padang mengambil sampel buah anggur yang dijual murah oleh belasan pedagang di sepanjang jalur memotong Padang untuk dicek di laboratorium Balai Besar POM setempat.
"Menjawab keresahan masyarakat karena harga jualnya dinilai di bawah harga normal yaitu hanya Rp50 ribu per Kg, kami mendatangi pedagang dan mengambil sampel untuk diuji kandungannya apakah aman," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan Padang Syahrial Kamat, di Padang, Jumat.
Menurutnya, harga jual anggur lazimnya sekitar Rp80 ribu per Kg, namun oleh pedagang malah dijual Rp50 ribu per Kg tentu ini menjadi tanda tanya kenapa bisa murah.
"Ada yang menduga bahwa anggur tersebut diimpor, bahkan yang membuat resah, ada yang berasumsi bahwa anggur tersebut telah terkontaminasi zat berbahaya, yang berkemungkinan berdampak pada kesehatan masyarakat," katanya.
Akhirnya Dinas Pangan Kota Padang langsung mendatangi para pedagang yang berjualan di depan Kantor Balai kota Padang, jalan memotong dan menanyakan langsung asal anggur murah tersebut.
"Setelah ditanya anggur berasal dari Belawan, Medan yang dibeli langsung oleh agen di Pasar Usang, Padang Pariaman kemudian dibawa ke Padang dengan mobil pickup sebanyak 2,1 ton," ujarnya.
Ia menyampaikan pihaknya akan uji laboratorium untuk mengetahui ambang batas bagi kesehatan di dua laboratorium untuk melihat tingkat bakteri, formalin serta residu pestisida.
Syahrial mengimbau masyarakat tidak tergiur dengan harga murah dan jeli memilih serta menyeleksi setiap makanan yang akan dikonsumsi.
"Sebaiknya mengonsumsi buah-buahan lokal, selain lebih menyehatkan, juga dapat menyemangati petani menanam dan memasarkan buah-buahan lokal di tengah masyarakat," katanya.
Berdasarkan pantauan di sepanjang jalan memotong, Aia Pacah, belasan pedagang berjualan anggur secara bebas dengan memanfaatkan sejumlah keranjang yang ditumpuk . Karena harganya murah cukup banyak pemilik kendaraan yang melintas tertarik untuk membelinya.
Menurut Rena seorang pembeli, ukuran anggur memang cukup besar dibanding anggur lain yang dijual di pasaran, namun rasa anggur kurang manis, daging tidak padat dan banyak mengandung air.
"Menjawab keresahan masyarakat karena harga jualnya dinilai di bawah harga normal yaitu hanya Rp50 ribu per Kg, kami mendatangi pedagang dan mengambil sampel untuk diuji kandungannya apakah aman," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan Padang Syahrial Kamat, di Padang, Jumat.
Menurutnya, harga jual anggur lazimnya sekitar Rp80 ribu per Kg, namun oleh pedagang malah dijual Rp50 ribu per Kg tentu ini menjadi tanda tanya kenapa bisa murah.
"Ada yang menduga bahwa anggur tersebut diimpor, bahkan yang membuat resah, ada yang berasumsi bahwa anggur tersebut telah terkontaminasi zat berbahaya, yang berkemungkinan berdampak pada kesehatan masyarakat," katanya.
Akhirnya Dinas Pangan Kota Padang langsung mendatangi para pedagang yang berjualan di depan Kantor Balai kota Padang, jalan memotong dan menanyakan langsung asal anggur murah tersebut.
"Setelah ditanya anggur berasal dari Belawan, Medan yang dibeli langsung oleh agen di Pasar Usang, Padang Pariaman kemudian dibawa ke Padang dengan mobil pickup sebanyak 2,1 ton," ujarnya.
Ia menyampaikan pihaknya akan uji laboratorium untuk mengetahui ambang batas bagi kesehatan di dua laboratorium untuk melihat tingkat bakteri, formalin serta residu pestisida.
Syahrial mengimbau masyarakat tidak tergiur dengan harga murah dan jeli memilih serta menyeleksi setiap makanan yang akan dikonsumsi.
"Sebaiknya mengonsumsi buah-buahan lokal, selain lebih menyehatkan, juga dapat menyemangati petani menanam dan memasarkan buah-buahan lokal di tengah masyarakat," katanya.
Berdasarkan pantauan di sepanjang jalan memotong, Aia Pacah, belasan pedagang berjualan anggur secara bebas dengan memanfaatkan sejumlah keranjang yang ditumpuk . Karena harganya murah cukup banyak pemilik kendaraan yang melintas tertarik untuk membelinya.
Menurut Rena seorang pembeli, ukuran anggur memang cukup besar dibanding anggur lain yang dijual di pasaran, namun rasa anggur kurang manis, daging tidak padat dan banyak mengandung air.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Kasus penganiayaan balita di Banda Aceh: Tiga pengasuh Daycare jadi tersangka
30 April 2026 7:28 WIB
Antasyafi Robby sumbang medali pertama Indonesia pada Asian Beach Games Sanya 2026
29 April 2026 6:09 WIB
Pesawat Saudi Airlines pembawa jamaah haji Jawa Timur tiba selamat di Madinah
29 April 2026 5:38 WIB
Sidang pembunuhan kacab bank di Jakarta: Saksi ungkap janji bonus Rp5 miliar
27 April 2026 20:22 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB