Sumsel pantau perkembangan titik api
Jumat, 14 September 2018 15:21 WIB
Kru helikopter MI-18Mtv-1 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengamati kepulan Asap yang membubung tinggi dari lahan yang terbakar di Pulu Beruang, Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (13/9). (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/I016/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan akan terus memantau perkembangan titik panas/api (hospot) di di wilayah meski penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang sudah selesai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan Iriansyah di Palembang, Jumat, mengatakan pemantauan perkembangan titik api penting mengingat saat ini masih kemarau.
"Memang hujan sudah turun namun masih dengan intensitas rendah sehingga titik api bisa saja timbul," kata dia.
Dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan tersebut, pihaknya melaksanakan rapat koordinasi bersama instansi terkait.
Jadi rapat koordinasi tersebut untuk memaksimalkan pemantauan titik api yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan, ujar dia.
Menurut dia, selain itu untuk mengiventarisasi semua kegiatan yang dilakukan Subsatgas Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) baik melalui darat maupun udara dengan mengevaluasi laporan dari masing-masing organisasi perangkat daerah terkait.
Jadi apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan dalam mengantisipasi karhutla dimasing-masing wilayah harus diterus diutamakan serta dikoordinasikan, kata dia.
Prakiraan BMKG awal musin hujan 2018 di Sumsel akan berlangsung antara bulan Oktober Minggu I hingga November Minggu III, artinya musim kemarau masih berlangsung.
Jadi kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan harus tetap diperlukan walaupun berdasarkan pantauan satelit LAPAN titik api berkurang dan jarak pandang baik.
Diharapkan pemantauan tetap dilakukan karena kebakaran hutan dan lahan bisa saja terjadi karena api sangatlah sulit dipadamkan, kata dia.
Ia menjelaskan, bila ingin menghilangkan sama sekali kebakaran itu sangat sulit, tetapi upaya dapat lakukan sehingga secepatnya dipadamkan agar dampak asap yang ditimbulkan dapat dicegah sedini mungkin (T.U005)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan Iriansyah di Palembang, Jumat, mengatakan pemantauan perkembangan titik api penting mengingat saat ini masih kemarau.
"Memang hujan sudah turun namun masih dengan intensitas rendah sehingga titik api bisa saja timbul," kata dia.
Dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan tersebut, pihaknya melaksanakan rapat koordinasi bersama instansi terkait.
Jadi rapat koordinasi tersebut untuk memaksimalkan pemantauan titik api yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan, ujar dia.
Menurut dia, selain itu untuk mengiventarisasi semua kegiatan yang dilakukan Subsatgas Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) baik melalui darat maupun udara dengan mengevaluasi laporan dari masing-masing organisasi perangkat daerah terkait.
Jadi apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan dalam mengantisipasi karhutla dimasing-masing wilayah harus diterus diutamakan serta dikoordinasikan, kata dia.
Prakiraan BMKG awal musin hujan 2018 di Sumsel akan berlangsung antara bulan Oktober Minggu I hingga November Minggu III, artinya musim kemarau masih berlangsung.
Jadi kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan harus tetap diperlukan walaupun berdasarkan pantauan satelit LAPAN titik api berkurang dan jarak pandang baik.
Diharapkan pemantauan tetap dilakukan karena kebakaran hutan dan lahan bisa saja terjadi karena api sangatlah sulit dipadamkan, kata dia.
Ia menjelaskan, bila ingin menghilangkan sama sekali kebakaran itu sangat sulit, tetapi upaya dapat lakukan sehingga secepatnya dipadamkan agar dampak asap yang ditimbulkan dapat dicegah sedini mungkin (T.U005)
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perkuat pengendalian karhutla di Muba, PT RHM bangun sekat bakar 890 meter
23 September 2026 20:39 WIB
Kolaborasi tim gabungan terus diperkuat padamkan karhutla di Muara Medak Muba
22 September 2026 8:24 WIB
BPBD Sumsel kerahkan tiga helikopter padamkan karhutla di OKI dan Muara Enim
22 September 2026 7:41 WIB
Kemenhut laporkan Sumsel terdapat 285 titik panas karhutla per 20 September
21 September 2026 15:15 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Pemprov Sumsel ajak perkantoran swasta pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
24 September 2026 22:11 WIB
Pemkot Palembang cegah stunting jalankan program pemberian makanan tambahan
24 September 2026 22:04 WIB
Perkuat pengendalian karhutla di Muba, PT RHM bangun sekat bakar 890 meter
23 September 2026 20:39 WIB