Mentan fokus empat hal sampai 2019
Rabu, 5 September 2018 8:24 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) meninjau tanaman bawang putih di perladangan lereng gunung Sumbing Desa Petarangan, Kledung, Temanggung, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan memfokuskan empat hal untuk menjaga ketahanan pangan sampai akhir masa jabatannya pada 2019.
"Target pertama adalah bawang putih, kami kejar. Bagaimana mengembalikan kejayaan bawang putih," kata Menteri Amran saat melakukan tanam jagung serentak di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Selasa (4/9).
Amran mengatakan bahwa pemerintah tengah melakukan percepatan demi mewujudkan swasembada bawang putih sampai 2019.
Kementerian Pertanian berharap Indonesia dapat mandiri bawang putih dan tidak perlu melakukan impor lewat pengembangan sentra bawang putih.
Hasil perhitungan Kementerian Pertanian, untuk mencapai swasembada bawang putih dibutuhkan lahan seluas 73.000 hektare, dengan target produksi 600.000 ton.
Selain bawang putih, Mentan juga berupaya mengembalikan kejayaan rempah-rempah yang salah satunya dengan membagikan bibit benih rempah-rempah seperti lada dan pala di setiap kunjungan kerjanya.
Terkait dengan lahan, Kementerian Pertanian juga memanfaatkan lahan rawa pasang surut untuk pertanian produktif.
Kementan pun melakukan optimasi lahan dengan kerja sama antara pemerintah pusat, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Lahan yang sebelumnya merupakan rawa kini sudah ditanami, siap tanam, dan terus diperluas.
"Sudah berjalan, salah satunya di Palembang kurang lebih 50 ribuan hektare, kemudian juga di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan kita bangun," katanya.
Amran menambahkan fondasi untuk sektor pertanian menjadi fokus keempat di akhir jabatannya. Pemanfaatan sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting system) menjadi komponen yang harus diterapkan oleh para petani.
Dengan memanfaatkan air hujan, petani seharusnya tidak lagi mengalami kekeringan saat musim kemarau sehingga berpotensi menyebabkan gagal panen. Selain itu, Kementan bersama Kementerian Desa PDTT juga terus memperbanyak embung termasuk sumur dalam dan dangkal di seluruh Indonesia.
"Dulu tanam 'planting' indeksnya hanya sekali, sekarang bagaimana caranya menaikkan dua kali bahkan menjadi tiga kali agar pendapatan petani juga naik," kata Amran.
"Target pertama adalah bawang putih, kami kejar. Bagaimana mengembalikan kejayaan bawang putih," kata Menteri Amran saat melakukan tanam jagung serentak di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Selasa (4/9).
Amran mengatakan bahwa pemerintah tengah melakukan percepatan demi mewujudkan swasembada bawang putih sampai 2019.
Kementerian Pertanian berharap Indonesia dapat mandiri bawang putih dan tidak perlu melakukan impor lewat pengembangan sentra bawang putih.
Hasil perhitungan Kementerian Pertanian, untuk mencapai swasembada bawang putih dibutuhkan lahan seluas 73.000 hektare, dengan target produksi 600.000 ton.
Selain bawang putih, Mentan juga berupaya mengembalikan kejayaan rempah-rempah yang salah satunya dengan membagikan bibit benih rempah-rempah seperti lada dan pala di setiap kunjungan kerjanya.
Terkait dengan lahan, Kementerian Pertanian juga memanfaatkan lahan rawa pasang surut untuk pertanian produktif.
Kementan pun melakukan optimasi lahan dengan kerja sama antara pemerintah pusat, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Lahan yang sebelumnya merupakan rawa kini sudah ditanami, siap tanam, dan terus diperluas.
"Sudah berjalan, salah satunya di Palembang kurang lebih 50 ribuan hektare, kemudian juga di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan kita bangun," katanya.
Amran menambahkan fondasi untuk sektor pertanian menjadi fokus keempat di akhir jabatannya. Pemanfaatan sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting system) menjadi komponen yang harus diterapkan oleh para petani.
Dengan memanfaatkan air hujan, petani seharusnya tidak lagi mengalami kekeringan saat musim kemarau sehingga berpotensi menyebabkan gagal panen. Selain itu, Kementan bersama Kementerian Desa PDTT juga terus memperbanyak embung termasuk sumur dalam dan dangkal di seluruh Indonesia.
"Dulu tanam 'planting' indeksnya hanya sekali, sekarang bagaimana caranya menaikkan dua kali bahkan menjadi tiga kali agar pendapatan petani juga naik," kata Amran.
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hadapi Godzilla El Nino, Kementerian PU siapkan 400 pompa air untuk pertanian
11 April 2026 19:51 WIB
Mentan pastikan Indonesia tidak impor beras hingga akhir tahun 2025
05 September 2025 20:26 WIB, 2025
Mentan: Penambahan areal tanam sebagai antisipasi krisis pangan global
26 August 2024 15:13 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, sejumlah penerbangan di Bandara Lampung dibatalkan
06 September 2026 9:08 WIB
Dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, penutupan Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang
06 September 2026 8:59 WIB
Indonesia dan Rusia jajaki peluang investasi pabrik pupuk di Vladivostok
04 September 2026 10:30 WIB