Rupiah tertekan karena isu perang dagang
Jumat, 31 Agustus 2018 10:10 WIB
Petugas teller menumpuk mata uang rupiah, di Bank swasta. (ANTARA/Ismar Patrizki)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi tertekan 12 poin menjadi Rp14.630 dibanding sebelumnya Rp14.618 per dolar AS.
"Dolar AS bergerak menguat terhadap hampir semua mata uang dunia didorong oleh isu perang dagang yang kembali muncul," kata Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail di Jakarta.
Ia mengemukakan Presiden AS Donald Trump menyatakan setuju untuk kembali mengenakan tarif 200 miliar dolar AS terhadap impor barang dari Tiongkok. Pernyataan tersebut kembali meningkatkan eskalasi perang dagang antara kedua negara.
"Meningkatnya isu perang dagang itu, mendorong pergerakan mata uang rupiah melanjutkan pelemahannya," katanya.
Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada mengatakan saat ini sentimen eksternal cenderung mempengaruhi pergerakan mata uang rupiah meski sentimen dari dalam negeri relatif positif.
"Dari dalam negeri, hasil Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyimpulkan stabilitas jasa keuangan dan likuiditas pasar keuangan Indonesia terjaga dengan baik. Namun, sentimen eksternal mengenai perang dagang itu mempengaruhi psikologis pelaku pasar valas di dalam negeri," katanya.
"Dolar AS bergerak menguat terhadap hampir semua mata uang dunia didorong oleh isu perang dagang yang kembali muncul," kata Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail di Jakarta.
Ia mengemukakan Presiden AS Donald Trump menyatakan setuju untuk kembali mengenakan tarif 200 miliar dolar AS terhadap impor barang dari Tiongkok. Pernyataan tersebut kembali meningkatkan eskalasi perang dagang antara kedua negara.
"Meningkatnya isu perang dagang itu, mendorong pergerakan mata uang rupiah melanjutkan pelemahannya," katanya.
Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada mengatakan saat ini sentimen eksternal cenderung mempengaruhi pergerakan mata uang rupiah meski sentimen dari dalam negeri relatif positif.
"Dari dalam negeri, hasil Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyimpulkan stabilitas jasa keuangan dan likuiditas pasar keuangan Indonesia terjaga dengan baik. Namun, sentimen eksternal mengenai perang dagang itu mempengaruhi psikologis pelaku pasar valas di dalam negeri," katanya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Pertamina EP Adera Field berdayakan warga PALI buat kerajinan dari jerami padi
18 September 2026 18:27 WIB
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB