Kobaran api hanguskan 15 rumah di Kuto
Kamis, 30 Agustus 2018 14:43 WIB
Kebakaran hebat menghanguskan 15 rumah di jalan Dr. M. Isa Lorong Sepakat Kelurahan Kuto Batu Kecamatan Ilir Timur III Kota Palembang Kamis pagi, (29/8). (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Kebakaran hebat menghanguskan 15 rumah di Jalan Dr. M. Isa Lorong Sepakat Kelurahan Kuto Batu Kecamatan Ilir Timur III Kota Palembang Kamis pagi.
Pantauan Antara News Sumsel warga berjibaku memadamkan api yang cepat merambat ke rumah-rumah panggung, kontruk rumah berbahan kayu membuat api cepat merayap, banyak warga tidak sabar dalam memadamkan api sampai kaca mobil damkar pecah saat baru tiba di lokasi karena amukan beberapa warga yang menuding damkar lambat bergerak.
Wakil kepala Pos PBK Seberang Ulu II yang memimpin pemadaman Septa Andriansyah mengatakan penyebab munculnya api pertama kali akibat kompor kayu yang ditinggal oleh pemilik rumah yakni Erna.
"Dari keterangan yang kami himpun, sekitar pukul 10.00 WIB api muncul dari rumah Erna yang sedang memasak menggunakan kompor kayu, kompor ditinggalkan penghuni rumah dalam keadaan hidup kemudian api membesar hingga merambat di dinding rumah," ujar Septa saat di lokasi kebakaran, Kamis.
Saat warga menyadari rumah Erna terbakar, secara sigap warga lain berusaha memadamkan api dengan peralatan apa adanya, namun api justru membesar hingga menghanguskan 15 unit rumah, akibatnya 20 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.
Butuh waktu 4 jam untuk petugas PBK Palembang memadamkan api berbekal 10 unit mobil damkar dan 100 personel lapangan, lamanya waktu akibat angin kencang dan sempitnya akses menuju lokasi.
Sementara itu, mengetahui sumber api akibat keteledoran Erna beberapa warga sempat mengejar dan ingin menghakiminya, beruntung aksi tersebut bisa dicegah oleh petugas kepolisian yang berada di lokasi, Erna sendiri dibawa ke Mapolsek IT II guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Ilir Timur II Kompol Milwani mengatakan pihaknya segera menyelidiki sebab pasti kebakaran.
"Ya nanti kami selidiki lagi, informasi dari warga dikumpulkan, sementara ini beberapa warga sedang dimintai keterangan," tambah Kompol Milwani.
Sebagian korban kebakaran menginap di rumah keluarga tidak jauh dari lokasi, namun sebagian lain terpaksa mengungsi ke tenda darurat yang didirikan Dinas Sosial Palembang di sisi Jalan Dr. M. Isa.
Pantauan Antara News Sumsel warga berjibaku memadamkan api yang cepat merambat ke rumah-rumah panggung, kontruk rumah berbahan kayu membuat api cepat merayap, banyak warga tidak sabar dalam memadamkan api sampai kaca mobil damkar pecah saat baru tiba di lokasi karena amukan beberapa warga yang menuding damkar lambat bergerak.
Wakil kepala Pos PBK Seberang Ulu II yang memimpin pemadaman Septa Andriansyah mengatakan penyebab munculnya api pertama kali akibat kompor kayu yang ditinggal oleh pemilik rumah yakni Erna.
"Dari keterangan yang kami himpun, sekitar pukul 10.00 WIB api muncul dari rumah Erna yang sedang memasak menggunakan kompor kayu, kompor ditinggalkan penghuni rumah dalam keadaan hidup kemudian api membesar hingga merambat di dinding rumah," ujar Septa saat di lokasi kebakaran, Kamis.
Saat warga menyadari rumah Erna terbakar, secara sigap warga lain berusaha memadamkan api dengan peralatan apa adanya, namun api justru membesar hingga menghanguskan 15 unit rumah, akibatnya 20 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.
Butuh waktu 4 jam untuk petugas PBK Palembang memadamkan api berbekal 10 unit mobil damkar dan 100 personel lapangan, lamanya waktu akibat angin kencang dan sempitnya akses menuju lokasi.
Sementara itu, mengetahui sumber api akibat keteledoran Erna beberapa warga sempat mengejar dan ingin menghakiminya, beruntung aksi tersebut bisa dicegah oleh petugas kepolisian yang berada di lokasi, Erna sendiri dibawa ke Mapolsek IT II guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Ilir Timur II Kompol Milwani mengatakan pihaknya segera menyelidiki sebab pasti kebakaran.
"Ya nanti kami selidiki lagi, informasi dari warga dikumpulkan, sementara ini beberapa warga sedang dimintai keterangan," tambah Kompol Milwani.
Sebagian korban kebakaran menginap di rumah keluarga tidak jauh dari lokasi, namun sebagian lain terpaksa mengungsi ke tenda darurat yang didirikan Dinas Sosial Palembang di sisi Jalan Dr. M. Isa.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Satgas Karhutla Sumsel kendalikan kebakaran 90 hektare di SM Padang Sugihan
11 September 2026 11:09 WIB
Kecamatan Kertapati jadi perhatian serius Pemkot Palembang, terkait karhutla
08 September 2026 18:58 WIB
Polisi terapkan metode spiral padamkan kebakaran lahan gambut di Muara Enim
07 September 2026 12:42 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Cegah dampak kabut asap, Lapas Perempuan Palembang bagikan 100 paket roti dan masker
13 September 2026 16:37 WIB
Disdik Sumsel evaluasi pembelajaran jarak jauh tingkat SMA terkait kabut asap
12 September 2026 19:16 WIB