Imam Nahrawi: Pemulangan atlet Jepang harus jadi pelajaran
Senin, 20 Agustus 2018 22:25 WIB
Menpora Imam Nahrawi. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/016/18)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyatakan kejadian pemulangan empat atlet asal Jepang terkait masalah kedisiplinan harus menjadi pelajaran bagi seluruh atlet Indonesia.
"Mengenai pemulangan atlet Jepang itu, saya berharap semoga menjadi pelajaran bagi atlet-atlet lainnya," kata Imam di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Senin.
Lebih lanjut, dia pun mendukung keputusan NOC (Komite Olimpiade Nasional) Jepang yang langsung mencabut akreditasi keempat atlet tersebut sekaligus memulangkannya kembali ke Jepang pada Senin (20/8) pagi.
"Saya senang ketika NOC Jepang memutuskan seperti itu, yaitu langsung memulangkan mereka kembali ke Jepang. Memang harus dilakukan tindakan tegas,"ujar Imam.
Kepala delegasi Jepang Yasuhiro Yamashita menyatakan pihaknya telah memulangkan empat atletnya dari tim bola basket putra mereka pada Asian Games 2018 karena menginap dengan perempuan di hotel di Jakarta pada Kamis (16/8) malam hingga Jumat (17/8) pagi.
"NOC (Komite Olimpiade Nasional) Jepang memutuskan untuk mencabut akreditasi mereka dan memulangkan mereka kembali ke Jepang pada pagi ini. Kami memiliki kode disiplin yang spesifik, ini jelas merupakan pelanggaran kode etik untuk delegasi Jepang,"ucap Yamashita.
Dia mengungkapkan Komite Olimpiade Jepang memperlakukan masalah disiplin di tim mereka dengan sangat serius.Keempat atlet yang dipulangkan itu, yaitu Takuya Hashimoto, Keita Imamura, Yuya Nagayoshi dan Takuma Sato.
"Para atlet pulang dengan biaya sendiri. Delapan atlet tersisa, para ofisial, dan pelatih akan tetap tinggal di sini untuk meneruskan permainan untuk sisa kompetisi," ungkap Yamashita.
"Mengenai pemulangan atlet Jepang itu, saya berharap semoga menjadi pelajaran bagi atlet-atlet lainnya," kata Imam di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Senin.
Lebih lanjut, dia pun mendukung keputusan NOC (Komite Olimpiade Nasional) Jepang yang langsung mencabut akreditasi keempat atlet tersebut sekaligus memulangkannya kembali ke Jepang pada Senin (20/8) pagi.
"Saya senang ketika NOC Jepang memutuskan seperti itu, yaitu langsung memulangkan mereka kembali ke Jepang. Memang harus dilakukan tindakan tegas,"ujar Imam.
Kepala delegasi Jepang Yasuhiro Yamashita menyatakan pihaknya telah memulangkan empat atletnya dari tim bola basket putra mereka pada Asian Games 2018 karena menginap dengan perempuan di hotel di Jakarta pada Kamis (16/8) malam hingga Jumat (17/8) pagi.
"NOC (Komite Olimpiade Nasional) Jepang memutuskan untuk mencabut akreditasi mereka dan memulangkan mereka kembali ke Jepang pada pagi ini. Kami memiliki kode disiplin yang spesifik, ini jelas merupakan pelanggaran kode etik untuk delegasi Jepang,"ucap Yamashita.
Dia mengungkapkan Komite Olimpiade Jepang memperlakukan masalah disiplin di tim mereka dengan sangat serius.Keempat atlet yang dipulangkan itu, yaitu Takuya Hashimoto, Keita Imamura, Yuya Nagayoshi dan Takuma Sato.
"Para atlet pulang dengan biaya sendiri. Delapan atlet tersisa, para ofisial, dan pelatih akan tetap tinggal di sini untuk meneruskan permainan untuk sisa kompetisi," ungkap Yamashita.
Pewarta : Rr. Cornea Khairany
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan Menpora Imam Nahrawi diisolasi usai dieksekusi ke Lapas Sukamiskin
08 April 2021 12:40 WIB, 2021
Pengawal tahanan KPK dipecat terbukti terima uang dari Imam Nahrawi
21 December 2020 19:22 WIB, 2020
KPK ingatkan sudah dua menteri pemuda dan olahraga kena kasus korupsi
09 September 2020 17:11 WIB, 2020
Hakim tolak permohonan "justice collaborator" mantan Menpora Imam Nahrawi
29 June 2020 19:39 WIB, 2020
Kasus suap Rp11,5 miliar dan gratifikasi Rp8,648 miliar, eks Menpora Imam Nahrawi berharap bebas
29 June 2020 11:40 WIB, 2020
Jaksa KPK: Pebulu tangkis Taufik Hidayat perantara gratifikasi untuk Imam Nahrawi
12 June 2020 22:36 WIB, 2020