Seluruh atlet diimbau tidak konsumsi obat sembarangan
Jumat, 3 Agustus 2018 17:26 WIB
Sejumlah atlet berlatih. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mengimbau kepada seluruh atlet yang akan berlaga pada Asian Games 2018 agar tidak mengonsumsi obat secara sembarangan.
"Apalagi sekarang sudah mendekati masa pertandingan. Kami imbau kepada semua atlet supaya hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan," kata Ketua LADI Zaini Kadhafi Saragih dalam Rapat Koordinasi Teknis Insan Media di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat.
Menurut dia, di dalam sejumlah obat, misalnya obat flu, batuk, pilek dan obat ringan lainnya, biasanya mengandung doping walaupun dalam jumlah yang sedikit.
"Selain obat-obatan, di dalam jamu-jamuan juga biasanya mengandung doping. Walaupun dopingnya dalam takaran kecil, tetap itu berbahaya untuk atlet," ujar Zaini.
Oleh karena itu, dia pun mengimbau kepada seluruh atlet agar selalu berhati-hati dalam mengonsumsi obat atau jamu. Apabila jatuh sakit, segera konsultasi kepada dokter.
"Kalau tiba-tiba sakit, langsung temui dokter, jangan mengobati sendiri dengan minum obat atau jamu sembarangan dan tanpa sepengetahuan tenaga medis," tutur Zaini.
Selain atlet, dia juga meminta kepada para pelatih masing-masing cabang olahraga (cabor) agar mengawasi obat atau jamu yang dikonsumsi oleh seluruh atlet dengan sebaik-baiknya.
Lebih lanjut, dia mengimbau kepada ketua induk organisasi masing-masing cabor agar menulis surat kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) apabila terdapat atlet yang harus mengonsumsi obat khusus.
"Jika ada atlet yang harus mengonsumsi obat khusus, maka pengurus cabor harus menulis surat kepada OCA untuk menghindari kekhawatiran penggunaan doping," ungkap Zaini. (T.R027)
"Apalagi sekarang sudah mendekati masa pertandingan. Kami imbau kepada semua atlet supaya hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan," kata Ketua LADI Zaini Kadhafi Saragih dalam Rapat Koordinasi Teknis Insan Media di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat.
Menurut dia, di dalam sejumlah obat, misalnya obat flu, batuk, pilek dan obat ringan lainnya, biasanya mengandung doping walaupun dalam jumlah yang sedikit.
"Selain obat-obatan, di dalam jamu-jamuan juga biasanya mengandung doping. Walaupun dopingnya dalam takaran kecil, tetap itu berbahaya untuk atlet," ujar Zaini.
Oleh karena itu, dia pun mengimbau kepada seluruh atlet agar selalu berhati-hati dalam mengonsumsi obat atau jamu. Apabila jatuh sakit, segera konsultasi kepada dokter.
"Kalau tiba-tiba sakit, langsung temui dokter, jangan mengobati sendiri dengan minum obat atau jamu sembarangan dan tanpa sepengetahuan tenaga medis," tutur Zaini.
Selain atlet, dia juga meminta kepada para pelatih masing-masing cabang olahraga (cabor) agar mengawasi obat atau jamu yang dikonsumsi oleh seluruh atlet dengan sebaik-baiknya.
Lebih lanjut, dia mengimbau kepada ketua induk organisasi masing-masing cabor agar menulis surat kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) apabila terdapat atlet yang harus mengonsumsi obat khusus.
"Jika ada atlet yang harus mengonsumsi obat khusus, maka pengurus cabor harus menulis surat kepada OCA untuk menghindari kekhawatiran penggunaan doping," ungkap Zaini. (T.R027)
Pewarta : Cornea Khairany
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Kasus penganiayaan balita di Banda Aceh: Tiga pengasuh Daycare jadi tersangka
30 April 2026 7:28 WIB
Antasyafi Robby sumbang medali pertama Indonesia pada Asian Beach Games Sanya 2026
29 April 2026 6:09 WIB
Pesawat Saudi Airlines pembawa jamaah haji Jawa Timur tiba selamat di Madinah
29 April 2026 5:38 WIB
Sidang pembunuhan kacab bank di Jakarta: Saksi ungkap janji bonus Rp5 miliar
27 April 2026 20:22 WIB