Siswa SD tewas dianiaya temannya
Selasa, 24 Juli 2018 22:13 WIB
Ilustrasi- Garis Polsi (ANTARA News Sumsel/Ist/18)
Garut (ANTARA News Sumsel) - Seorang siswa kelas 6 Sekolah Dasar tewas setelah dianiaya menggunakan gunting oleh teman sekolahnya di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Penganiayaan itu dipicu masalah tuduhan pelaku kepada korban telah menyembunyikan buku pelajaran.
Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan, Selasa, mengatakan, peristiwa itu terjadi setelah pulang sekolah, Sabtu (21/7) Sebelumnya korban inisial F dan terduga pelaku inisial M berkelahi tidak jauh dari lingkungan sekolah.
"Saat berkelahi M kalah oleh F, secara spontan, M mengambil gunting dan menusukan ke F di bagian belakang kepala dan punggung," kata Budi.
Ia menuturkan, perkelahian usai pulang sekolah itu karena dipicu salah paham kedua anak tersebut tentang hilangnya buku milik terduga pelaku.
Sedangkan benda tajam berupa gunting yang dibawa terduga pelaku, kata dia, bukan sengaja dibawa melainkan bekas melaksanakan pelajaran seni rupa.
Peristiwa penusukan itu, kata Budi, diketahui warga, kemudian membawa korban ke Puskesmas Cikandang untuk mendapatkan penanganan medis.
"Korban lalu mendapatkan pengobatan di Puskemas, luka akibat tusukan gunting itu mendapat dua jahitan," katanya.
Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan polisi, dua anak tersebut masih memiliki hubungan saudara, dan kasus tersebut tidak dilaporkan kepada polisi.
Namun kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran kasus tersebut.
Ayah korban, Feri (38) mengatakan, anaknya sempat mendapatkan penanganan medis dengan kondisi terlihat masih sadar.
"Kondisi anak saya sudah setengah sadar," katanya.
Selanjutnya keluarga korban membawanya pulang, namun di rumah korban muntah-muntah dan sempat mengalami kejang selama beberapa menit.
Orang tua korban kembali membawa anak tersebut ke Klinik IGD Cikajang untuk mendapatkan penanganan medis, kemudian dibawa pulang lagi.
Korban kembali muntah-muntah bercampur darah, lalu dibawa kembali ke klinik, namun di perjalanan sudah meninggal dunia.
"Namun di perjalanan anak saya sudah tidak bernyawa, saya lalu membawa kembali anak saya ke rumah," katanya.
Akibat peristiwa itu, Feri mengaku sedih dengan anaknya meninggal dan menganggap sebagai musibah, selanjutnya kasus tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan.
"Keluarga saya dengan keluarga M juga masih ada ikatan keluarga, jadi saya ingin menyelesaikan secara kekeluargaan," katanya.
Penganiayaan itu dipicu masalah tuduhan pelaku kepada korban telah menyembunyikan buku pelajaran.
Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan, Selasa, mengatakan, peristiwa itu terjadi setelah pulang sekolah, Sabtu (21/7) Sebelumnya korban inisial F dan terduga pelaku inisial M berkelahi tidak jauh dari lingkungan sekolah.
"Saat berkelahi M kalah oleh F, secara spontan, M mengambil gunting dan menusukan ke F di bagian belakang kepala dan punggung," kata Budi.
Ia menuturkan, perkelahian usai pulang sekolah itu karena dipicu salah paham kedua anak tersebut tentang hilangnya buku milik terduga pelaku.
Sedangkan benda tajam berupa gunting yang dibawa terduga pelaku, kata dia, bukan sengaja dibawa melainkan bekas melaksanakan pelajaran seni rupa.
Peristiwa penusukan itu, kata Budi, diketahui warga, kemudian membawa korban ke Puskesmas Cikandang untuk mendapatkan penanganan medis.
"Korban lalu mendapatkan pengobatan di Puskemas, luka akibat tusukan gunting itu mendapat dua jahitan," katanya.
Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan polisi, dua anak tersebut masih memiliki hubungan saudara, dan kasus tersebut tidak dilaporkan kepada polisi.
Namun kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran kasus tersebut.
Ayah korban, Feri (38) mengatakan, anaknya sempat mendapatkan penanganan medis dengan kondisi terlihat masih sadar.
"Kondisi anak saya sudah setengah sadar," katanya.
Selanjutnya keluarga korban membawanya pulang, namun di rumah korban muntah-muntah dan sempat mengalami kejang selama beberapa menit.
Orang tua korban kembali membawa anak tersebut ke Klinik IGD Cikajang untuk mendapatkan penanganan medis, kemudian dibawa pulang lagi.
Korban kembali muntah-muntah bercampur darah, lalu dibawa kembali ke klinik, namun di perjalanan sudah meninggal dunia.
"Namun di perjalanan anak saya sudah tidak bernyawa, saya lalu membawa kembali anak saya ke rumah," katanya.
Akibat peristiwa itu, Feri mengaku sedih dengan anaknya meninggal dan menganggap sebagai musibah, selanjutnya kasus tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan.
"Keluarga saya dengan keluarga M juga masih ada ikatan keluarga, jadi saya ingin menyelesaikan secara kekeluargaan," katanya.
Pewarta : Feri Purnama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB
Oknum kurir ojek online di Palembang cabuli siswa SD, ditangkap polisi lewat jebakan paket
04 March 2026 18:08 WIB
Diskominfo Palembang jalankan program bimbingan belajar gratis, sasar siswa SD
31 January 2026 9:21 WIB
PT Bumi Andalas Permai serahkan perlengkapan sekolah siswa SD di desa binaan Kabupaten OKI
22 November 2025 10:37 WIB
100 pasang sepatu untuk siswa SD di Banyuasin, Bazma Kilang Pertamina Plaju tebar jejak energi kebaikan
24 September 2025 12:10 WIB
Pertamina Enduro gelar lomba mewarnai, pemenang utama diboyong nonton MotoGP Mandalika
10 September 2025 14:40 WIB, 2025
Dengan sepuluh ribu, murid SD Pulau Mubud menyebrangi laut untuk ilmu
28 August 2025 11:13 WIB, 2025
PT Bumi Andalas Permai berikan edukasi bahaya karhutla ke siswa SD Filial Sungai Kong Kabupaten OKI
20 August 2025 18:01 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB