Operasi plastik alasan turis Indonesia pilih wisata medis ke Korsel
Minggu, 22 Juli 2018 12:13 WIB
Operasi Implan payudara. (ANTARA Sumsel/Reuters/17)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Ada banyak faktor yang membuat orang memutuskan untuk pergi ke suatu tempat: alam, makanan hingga keperluan medis seperti yang sedang digencarkan Korea Selatan.
Tahun lalu, tercatat ada 2.385 turis Indonesia yang datang ke Korea Selatan untuk keperluan medis.
Joo Sung Hee, Medical & Wellneas Team Korea Tourism Organization mengatakan jumlah itu didominasi oleh orang-orang yang ingin melakukan operasi plastik.
"Jumlahnya 35,7 persen," kata Joo Sung Hee ditemui di Korea Medical Tourism (KMT) Roadshow, Mal Taman Anggrek, Jakarta, Sabtu.
Selain operasi plastik, orang Indonesia memilih Korea Selatan sebagai tempat menangani penyakit dalam dan perawatan kulit.
Operasi plastik apa yang paling populer di kalangan turis Indonesia?
Hong dari View Plastic Surgery di Gangnam, Seoul, yang mengikuti pameran medis tersebut, mengungkapkan jenis operasi plastik yang diminati sebagian besar pasien dari Indonesia.
Mereka biasanya datang untuk mengoperasi payudara, menghilangkan kerut di wajah, mengencangkan wajah (facelift) serta mengoperasi dagu dan rahang agar wajah terlihat lebih tirus.
Biayanya bervariasi. Untuk operasi mata, pasien harus merogoh kocek mulai dari 2000 dolar AS, operasi hidung 3500 dolar AS, sampai 7000 dolar AS untuk operasi payudara.
Ichal dari Korea Tourism Organization (KTO) mengemukakan perkembangan industri medis Korea yang disebut punya salah satu sistem kesehatan terbaik dunia.
Yang diperhatikan bukan cuma si pasien, tapi juga keluarga yang mengantar dan menemani.
"Setelah pasien dapat perawatan medis, bisa berwisata, keluarga pasien bisa berjalan-jalan ke tempat seperti Lotte World atau Everland," kata Ichal di
Ada pula program tur sehari keliling Seoul untuk keluarga pasien yang menggunakan jasa lembaga medis yang masuk dalam daftar KTO Medical Tourism Center.
Selain itu, keamanan kota Seoul yang jadi tempat tersebarnya fasilitas-fasilitas kesehatan untuk turis juga terjamin. Berdasarkan Indeks Kota Teraman 2017, Seoul menduduki peringkat ke-14, lanjut Ichal.
Pemerintah Korea juga memberikan dukungan untuk para turis agar lebih berminat menjalani perawatan medis di sana dengan menerapkan pengembalian pajak. Tentunya ini berlaku bila perawatan dilakukan di institusi yang memenuhi syarat.
Korea Tourism Organization untuk pertama kalinya menghadirkan pameran wisata medis dan kecantikan di Jakarta. Pameran bertajuk "Medical Tourism Roadshow" itu berlangsung pada 21-22 Juli 2018 di Mal Taman Anggrek Jakarta.
Tahun lalu, tercatat ada 2.385 turis Indonesia yang datang ke Korea Selatan untuk keperluan medis.
Joo Sung Hee, Medical & Wellneas Team Korea Tourism Organization mengatakan jumlah itu didominasi oleh orang-orang yang ingin melakukan operasi plastik.
"Jumlahnya 35,7 persen," kata Joo Sung Hee ditemui di Korea Medical Tourism (KMT) Roadshow, Mal Taman Anggrek, Jakarta, Sabtu.
Selain operasi plastik, orang Indonesia memilih Korea Selatan sebagai tempat menangani penyakit dalam dan perawatan kulit.
Operasi plastik apa yang paling populer di kalangan turis Indonesia?
Hong dari View Plastic Surgery di Gangnam, Seoul, yang mengikuti pameran medis tersebut, mengungkapkan jenis operasi plastik yang diminati sebagian besar pasien dari Indonesia.
Mereka biasanya datang untuk mengoperasi payudara, menghilangkan kerut di wajah, mengencangkan wajah (facelift) serta mengoperasi dagu dan rahang agar wajah terlihat lebih tirus.
Biayanya bervariasi. Untuk operasi mata, pasien harus merogoh kocek mulai dari 2000 dolar AS, operasi hidung 3500 dolar AS, sampai 7000 dolar AS untuk operasi payudara.
Ichal dari Korea Tourism Organization (KTO) mengemukakan perkembangan industri medis Korea yang disebut punya salah satu sistem kesehatan terbaik dunia.
Yang diperhatikan bukan cuma si pasien, tapi juga keluarga yang mengantar dan menemani.
"Setelah pasien dapat perawatan medis, bisa berwisata, keluarga pasien bisa berjalan-jalan ke tempat seperti Lotte World atau Everland," kata Ichal di
Ada pula program tur sehari keliling Seoul untuk keluarga pasien yang menggunakan jasa lembaga medis yang masuk dalam daftar KTO Medical Tourism Center.
Selain itu, keamanan kota Seoul yang jadi tempat tersebarnya fasilitas-fasilitas kesehatan untuk turis juga terjamin. Berdasarkan Indeks Kota Teraman 2017, Seoul menduduki peringkat ke-14, lanjut Ichal.
Pemerintah Korea juga memberikan dukungan untuk para turis agar lebih berminat menjalani perawatan medis di sana dengan menerapkan pengembalian pajak. Tentunya ini berlaku bila perawatan dilakukan di institusi yang memenuhi syarat.
Korea Tourism Organization untuk pertama kalinya menghadirkan pameran wisata medis dan kecantikan di Jakarta. Pameran bertajuk "Medical Tourism Roadshow" itu berlangsung pada 21-22 Juli 2018 di Mal Taman Anggrek Jakarta.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
4 pesawat China, Rusia terbang bersama di atas perairan dekat Jepang
01 December 2022 14:27 WIB, 2022
Protes anti-lockdown menyebar di China dengan seruan minta Xi mundur
28 November 2022 12:48 WIB, 2022
Militer AS siap kembali ke Teluk Subic Filipina, lawan kehadiran China
25 November 2022 13:30 WIB, 2022
Menparekraf: Penerbangan Cina-Indonesia dongkrak kunjungan wisatawan ke Tanah Air
19 November 2022 16:45 WIB, 2022