Gunjing makanan asli Pedamaran
Sabtu, 14 Juli 2018 16:05 WIB
Gunjing (ANTARA News Sumsel/Kiki Wulandari/Erwin Matondang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Tidak banyak yang tahu jenis makanan gunjing atau disebut warga pedamaran dengan bingko, meski makanan ini sulit ditemukan namun masih eksis khususnya di Kecamatan Seberang Ulu Palembang.
Seorang penjual bingko Ella mengatakan bingko makanan khas pedamaran, sedangkan di Palembang orang menyebutnya gunjing.
Menurutnya tidak banyak orang yang menjual makanan ini karena cara masaknya harus berhadapan dengan api arang.
"Makanan ini ciri khasnya dimasak di atas api arang dengan cetakan yang khas," ujar warga Kelurahan 11 Ulu Palembang.
Bahan utama yang digunakan yakni tepung beras kemudian dicampur dengan kelapa, air dan sedikit garam. Kemudian adonan dimasukan ke cetakan yang sudah dipanaskan.
"Masaknya harus ditunggu dan diperiksa. Kalau sudah matang baru diangkat, wadah yang kosong di masukkan lagi adonan gunjing tersebut," jelasnya.
Diakui wanita yang sudah berjualan gunjing 22 tahun ini minat makanan gunjing ini masih cukup tinggi. Dalam sehari gunjing yang laku mencapai 150 buah.
"Saya titip ke warung-warung tidak menjajakan sendiri. Pernah juga orang yang minta dibuatkan khusus seperti untuk kantoran," tambahnya.
Untuk harga gunjing ini masih relatif murah satu gunjing seharga Rp500, kalau diwarung harganya 3 buah dijual Rp2 ribu.
Makanan ini khasnya disantap bersama sambal ditengah gunjing yang sudah dibelah.
"Kalau tidak suka pedas bisa di makan langsung tanpa sambal," tukasnya.
Seorang penjual bingko Ella mengatakan bingko makanan khas pedamaran, sedangkan di Palembang orang menyebutnya gunjing.
Menurutnya tidak banyak orang yang menjual makanan ini karena cara masaknya harus berhadapan dengan api arang.
"Makanan ini ciri khasnya dimasak di atas api arang dengan cetakan yang khas," ujar warga Kelurahan 11 Ulu Palembang.
Bahan utama yang digunakan yakni tepung beras kemudian dicampur dengan kelapa, air dan sedikit garam. Kemudian adonan dimasukan ke cetakan yang sudah dipanaskan.
"Masaknya harus ditunggu dan diperiksa. Kalau sudah matang baru diangkat, wadah yang kosong di masukkan lagi adonan gunjing tersebut," jelasnya.
Diakui wanita yang sudah berjualan gunjing 22 tahun ini minat makanan gunjing ini masih cukup tinggi. Dalam sehari gunjing yang laku mencapai 150 buah.
"Saya titip ke warung-warung tidak menjajakan sendiri. Pernah juga orang yang minta dibuatkan khusus seperti untuk kantoran," tambahnya.
Untuk harga gunjing ini masih relatif murah satu gunjing seharga Rp500, kalau diwarung harganya 3 buah dijual Rp2 ribu.
Makanan ini khasnya disantap bersama sambal ditengah gunjing yang sudah dibelah.
"Kalau tidak suka pedas bisa di makan langsung tanpa sambal," tukasnya.
Pewarta : Kiki Wulandari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Gizi Nasional ajak masyarakat gunakan Call Center 127 untuk kawal program Makan Bergizi Gratis
11 March 2026 21:27 WIB
Cegah keracunan, 22 dapur Makan Bergizi Gratis di OKU resmi kantongi sertifikat laik higiene
03 March 2026 19:13 WIB
Bupati Askolani instruksikan razia makanan berbahaya di seluruh pasar Banyuasin
22 February 2026 16:23 WIB
SPPG Tambak Boyo OKU Timur layani 3.185 siswa dari 27 sekolah dan 31 posyandu
15 October 2025 14:04 WIB